BMW Motorrad Sematkan Mesin 1.250 cc di Motor Petualangnya

BMW R 1250 GS memiliki desain yang mirip dengan R 1200 GS. BMW Motorrad

Jerman: BMW Motorrad akhir merilis mesin 1.250 terbaru mereka. Nantinya mesin ini akan digunakan untuk model adventure mereka R 1250 GS dan R 1250 RT.

Tidak sekadar menambah kubikasinya saja, namun pabrikan asal Jerman tersebut juga menambahkan sejumlah fitur baru. Di mesin flat boxer ini dibekali dengan fitur BMW ShiftCam Technology.

Fitur ini merupakan teknologi variable valve yang memungkinkan variasi timing katup dan stroke katup di sisi intake. Selain itu, camshafts intake dirancang untuk membuka secara bergantian dari dua katup intake, menghasilkan campuran udara yang lebih baik untuk pembakaran lebih efektif.

Perubahan teknis lainnya berhubungan dengan camshaft drive yang sekarang dijalankan oleh rantai bergigi (sebelumnya tipe roller chain). Efeknya pasokan oli yang dioptimalkan, katup injeksi kembar-jet dan sistem pembuangan baru.

Aplikasi teknologi ini tentu untuk meningkatkan tenaga di setiap lini perputaran mesin. Selain itu meningkatkan kualitas emisi gas buang serta efisiensi pembakaran menjadi tujuan wajib.

Nantinya mesin baru ini akan memuntahkan tenaga 134 daya kuda dan torsi 143 nm. Jelas tenaga ini lebih kuat dari pada mesin 1.200 yang digunakan oleh BMW Motorrad R 1200 GS sekarang.

Membahas sedikit kedua motor baru tersebut, kenyamanan berkendara akan makin nikmat berkat fitur dua mode berkendara, ASC, dan Hill Start Control. Serta fitur opsional Riding Modes Pro, featuring additional riding modes, Dynamic Traction Control DTC, ABS Pro, Hill Start Control Pro dan Dynamic Brake Assistant (DBC).

Ada kemungkinan R 1250 GS dan R 1250 RT akan tampil di EICMA 2018. Jikapun muncul, keduanya akan menjadi lawan yang sepadan untuk Ducati Multistrada 1260, KTM Adventure 1290, dan Triumph Tiger 1200 yang bersaing di segmen yang serupa.

(UDA)

Stunt Riders, Lakon Hobi Risiko Tinggi

Jakarta: Dunia freestyle otomotif atau atraksi menggunakan motor dan mobil yang biasa diperankan serorang stuntman (akrobat), kembali ramai dibicarakan di lini masa setelah aksi keren pembukaan Asian Games 2018 lalu. Namun kami tidak akan mengulas aksi di pembukaan ajang olah raga Asia itu, namun lebih kepada tantangan besar untuk menjadi seorang stunt riders.

Kami mengobrol dengan beberapa stunt rider lokal yang memulai karirnya dari keisengan dan suka dengan sesuatu yang berbeda. Mereka adalah Reza SS dan Arifin. Keduanya merupakan stunt rider lokal yang namanya sudah cukup dikenal.

Keduanya bercerita tentang tantangan berat yang mereka hadapi untuk menjadi seorang yang wajib pamer skill dan di bayar untuk itu di acara-acara khusus membutuhkan keramaian. Bahwa untuk menjadi seorang stunt rider, prosesnya cukup panjang.

“Bagi saya, ini awalnya hanya hobi saja. Tapi ternyata setelah melakoninya dengan konsisten, ternyata cukup menghasilkan juga. Meski tak mudah juga karena harus dilakoni setiap hari dengan latihan yang keras. Apalagi kalau lihat trik yang ada di video, pas dicoba dan bisa itu bikin puas,” ujar Reza.

Stuntrider berbadan gempal ini menceritakan awal karirnya menjadi seorang freestyler motor pada 2005 dengan motor alakadarnya. Tapi setelah tahu setting motor untuk digunakan freestyle, mulailah Ia melakukan beberapa ubahan di motor dan disesuaikan dengan gaya.

“Tapi ya manajemen risikonya memang harus matang. Kecelakaan seperti terjatuh dari motor, motor rusak sampai ditangkap polisi dan ditilang karena melanggar lalu lintas, itu sudah jadi bagian dari perjalanan menjadi seorang stuntrider.”

Tak berbeda jauh dengan Reza, Arifin yang akrab disapa dengan Ipin, juga mengalami perjalanan yang cukup panjang untuk hobinya itu. Ia bahkan mengakui sudah merusak banyak motor untuk melakukan aksi-aksi ekstrimnya itu.

“Awalnya ditawari untuk jadi freestyler di sebuah acara TV. Pas baru sebulan beli motor, langsung dipakai dan jatuh. Sampai akhirnya punya niat memecahkan rekor muri untuk aksi long stoppie,” ujar Ipin.

Ia juga menceritakan pengalamannya patah tulang dan belum sembuh Ia nekat mencoba gaya baru dan akhrinya patah lagi. Tentu pengorbanan ini yang membuat mereka semakin penasaran dengan aksi-aksinya.

Jadi jika Anda beranggapan bahwa aksi-aksi stuntman itu tidak berbahaya, seperitnya harus melakukan uji coba kecil-kecilan terlebih dahulu.

(UDA)

Tak Mau Kalah, BMW Riset R1200 GS Versi Otonom

BMW Motorrad uji coba teknologi otonom dengan R 1200 GS. BMW Motorrad

Jerman: BMW Motorrad baru-baru ini menunjukan sebuah video R 1200 GS yang bisa berjalan sendiri. Sepeda motor ini tampak melaju lurus dengan stabil dan tanpa pengendara. Cuma tidak perlu takut dengan sepeda motor tersebut. BMW Motorrad sedang menguji sistem otonom yang mereka kembangkan.

Mereka menyematkannya di R 1200 GS yang merupakan sepeda motor adventure paling laris milik BMW Motorrad. Jelas dengan uji coba ini, kini era teknologi sepeda motor sudah masuk ke tahapan yang berbeda.

Tampak di video, sepeda motor tersebut bisa melaju lurus dan berbelok dengan mulus. Ketika sepeda motor berhenti, standar samping akan terbuka sendirinya.

Dikutip dari Autoblog, teknologi ini didesain untuk mengetahui perilaku berkendara saat ini. BMW Motorrad juga belum berencana untuk memproduksi masal R 1200 GS otonom dalam waktu dekat.

“Jadi sepeda motor bisa menginformasikan, memperingatkan, atau ikut secara aktif (mengontrol sepeda motor),” ujar Safety Enginner BMW Motorrad, Stefan Hans.

BMW Motorrad tentu sudah menunjukan kemampuan mereka mengembangkan sepeda motor ke tahapan yang berbeda. Cuma jangan lupakan juga Honda yang mengembangkan teknologi serupa dengan nama Honda Riding Assist.

Sementara Yamaha lebih ke penciptaan teknologi sistem pengetesan yang dilakukan oleh robot.

(UDA)

Builder Asing Siap Saksikan Builder Lokal Racik Custom Bike

Dua builder lokal bakal liat kemampuan builder-builder Indonesia. SM

Jakarta: Geliat custom bike di Indonesia semakin hari semakin tampak. Bahkan dua builder dunia, Mirko Perugini dan Rad Yamamoto, akan melihat langsung bagaimana kreativitas tangan-tangan cekatan builder-builder Indonesia.

Kehadiran Mirko dan Rad menjadi juri tamu untuk menentukan The Greatest Bike Suryanation Motorland 2018 yang akan berlangsung di Surabaya akhir bulan ini. Keduanya akan berkolaborasi dengan tiga juri asal Indonesia yaitu Indra Pranajaya dari Razzle Dazzle Chopper Works Bandung, Bimo Hendrawan dari Bimo Custombikes Jakarta, dan Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycle Yogyakarta.

“Hadirnya dua builder internasional nanti diharapkan bisa membuat kriteria penilaian semakin ketat sehingga motor terbaiklah yang akan terpilih menjadi The Greatest Bike Suryanation Motorland 2018,” tutur Suryanation Motorland Committee, Rizky Dwianto, melalui keterangan resminya.

Mirko Perugini merupakan builder dari Gallery Motorcycle Italia dan sudah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu builder top dari Eropa. Pada 2017 lalu, sepeda motor buatannya yaitu Harley-Davidson JD 1000 tahun 1920 menjadi Best of Show di ajang Italian Motorcycle Championship.

Kreativitasnya juga sudah terbukti dengan penghargaan Best of Show dan Radical Class di 26th annual European HOG Rally and Harley Days di Lugano, Swiss. Beberapa prestasi lain yang pernah di raih adalah penghargaan di ajang Bikers Festival Peschiera Italia dengan Harley-Davidson Softail Springer tahun 1995.

Selain itu ada juga Rad Yamamoto yang merupakan builder muda dari Jepang yang selalu mengedepankan detail di setiap karyanya. Ia pernah mendapat penghargaan pada 2016 di Mooneyes Yokohama Hot Rod Show sebagai Best Cafe Racer and Jeff Deckers Pick winner dengan motor Buell garapannya yang bernama Kanna.

Builder dari bengkel Ask Motorcycle Jepang ini juga menyabet penghargaan Street Bikers Pick di acara Yokohama Hot Rod Custom Show, Best Euro & Best Domestic di acara Nagoya Speed and Custom Show, dan juga Best 1st and 2nd di acara Bay Area Chopper Show.

(UDA)