Kawasaki W 175 Makin Tenar Berkat Jokowi

Motor custom Saraswati berbasis Kawasaki W 175. SM

Jakarta: Presiden Joko Widodo memang baru-baru ini kembali memesan sepeda motor custom berbasis Kawasaki W 175 dari Katros Garage. Efek positif pun dirasakan Kawasaki setelah pria nomor satu di Indonesia tersebut menggunakan sepeda motor itu.

Line Head Sales Promotion PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Sucipto Wijono, menjelaskan secara volume penjualan ada pengaruh. Bahkan menurut Sucipto, W 175 memiliki pengaruh di sektor kuantiti dan juga brand image.

“Kalau kenaikan tidak bisa menyebutkan angka, tetapi ada kenaikan,” ujarnya di Senin (15/10/2018) di Dhonika Jakarta.

Diakuinya juga kalau motor retro itu memang sudah menjadi bahan modifikasi. Banyak orang yang memilih W 175 sebagai bahan modifikasi.

Melihat peluang itu, Kawasaki Indonesia juga berencana menghadirkan inspired bike di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018. W 175 akan di modifikasi dengan bentuk yang lebih segar dan finishing yang berbeda.

“Ada yang modifikasi di IMOS 2018. Nanti semua ada sekitar 40 unit, termasuk modifikasi, semua lini produk termasuk big bike.”

(UDA)

Cara Gampang Deteksi Packing Knalpot Motor yang Bocor

Paking knalpot motor bocor bikin tenaga mesin loyo. Seaweed&Gravel

Jakarta: Kebocoran knalpot sepeda motor tidak hanya bikin bising, melainkan berpengaruh terhadap menurunnya performa mesin dan jadi tidak bertenaga alias loyo ketika dikendarai.

Didit mekanik yang praktek di bengkel motor MSD di bilangan Bekasi Timur menjelaskan, knalpot yang bocor bisa disebabkan dari pipa yang mengalami korosi atau karat, karena usia pakai atau jarang mencuci motor. Kotoran yang menempel di knalpot lama kelamaan bisa bikin karat.

Jika bagian pipa pembuangan masih dalam kondisi baik, maka penyebab kebocoran dipastikan berasal dari paking knalpot yang sudah rusak. 

Selain usia pakai, sering bongkar pasang knalpot dan baut yang kendor, menjadi faktor lain penyebab paking knalpot jadi cepat rusak atau tidak awet.

Cara mendeteksi kebocoran akibat paking rusak sangat mudah, terutama di pagi hari saat pertama kali mesin akan dihidupkan. Engkol untuk menghidupkan mesin di pagi hari, bila terasa ringan dari biasanya itu akibat kompresi mesin menurun. Kemungkinan disebabkan oleh packing yang rusak.

“Saat mesin dihidupkan, knalpot yang bocor akan mengeluarkan suara yang berbeda. Kalau bocor di bagian pipa maka harus di-las. Kalau bocor di bagian packing, maka harus diganti dengan yang baru, dan harus yang orisinil biar lebih awet,” jelas Didit.

(UDA)

Beelasan Brand Sepeda Motor Bakal Riuhkan IMOS 2018

IMOS 2018 bakal hadir pada 21 Oktober – 4 November 2018. IMOS

Jakarta: Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 segera berlangsung. Dipastikan akan ada 12 merek sepeda motor yang akan ramaikan pameran dua tahunan tersebut.

Presiden Direktur Amara Group, Andy Wismarsyah, menjelaskan pameran kali diikuti oleh empat anggota Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) yakni Honda, Yamaha, Kawasaki, dan Suzuki. Kemudian untuk anggota non AISI ikut serta KTM Royal Enfield, Peugeot Motorcycle, SYM, SM Sport, Nozomi, Vespa, dan Piaggio.

“IMOS 2018 diikuti hingga 60 peserta, dan 12 merek sepeda motor. Jika dibandingkan pada IMOS 2016 diikuti sekitar 30 peserta. Diharapkan keseruannya dua kali lipat dibandingkan IMOS sebelumnya,” ujar Andy Senin (15/10/2018) di Dhonika Jakarta.

Hal ini tidak terlepas dari area pameran yang juga lebih luas. Pameran khusus sepeda motor ini kini memiliki area mencapai 10.500 meter persegi, padahal di IMOS 2016 hanya 6.312 meter persegi.

“Pameran kali ini kita menargetkan 100 ribu pengunjung. Target ini meningkat capaian IMOS 2016 di sekitar 90 ribu.”

Line Head Sales Promotion PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Sucipto Wijono, mengakui Kawasaki sudah siap untuk menghadapi IMOS 2016. Dia menjanjikan akan membawa seluruh lini produk Kawasaki, termasuk big bike.

“IMOS 2016 nanti kami akan tampilkan seluruh lini produk sepeda motor kami, dan seperti biasa akan ada inspiring bike Kawasaki,” jawab singkat Sucipto.

IMOS 2018 bakal berlangsung pada 31 Oktober – 4 November 2018 di JCC Senayan Jakarta. Pengunjung cukup menebus tiket masuk Rp20 ribu (Rabu-Kamis) dan Rp30 ribu (Jumat-Minggu).

(UDA)

Impresi Awal Suzuki GSX150 Bandit

Jakarta: Suzuki GSX150 Bandit menjadi pemain baru di segmen naked bike sport 150 cc. Sejumlah keunggulan ditawarkan oleh Suzuki Indonesia, mulai dari posisi berkendara yang lebih nyaman, hingga handling yang ramah.

Rider tester Medcom.id pun tergelitik untuk mencoba sepeda motor rakitan Tambun Bekasi tersebut. Dengan postur 165 cm dan bobot 65 kg, tester rider Medcom.id mencoba ‘penjahat’ satu ini di area Taman Impian Jaya Ancol Jakarta.

Riding Position

Menilik data spesifikasinya, GSX150 Bandit memiliki dimensi panjang 2.000 mm, lebar 745 mm, tinggi 1.035 mm, dengan jarak sumbu roda 1.300. Kemudian ground clearance-nya mencapai 150 mm.

Pertama kali menunggangi sepeda motor ini, rider tester bisa menaikinya dengan mudah karena area jok untuk pengendara cukup rendah. Efeknya kaki pun bisa menatap cukup baik, dan memberikan kepercayaan diri lebih untuk penunggangnya.

Kemudian posisi tangan juga bisa mendapatkan posisi sempurna. Tidak terlalu jauh antara badan dan setang. Hanya saja posisi mengendaranya cukup membuat bungkuk, dan mungkin akan terasa pegal jika di bawa riding jarak jauh.

Sedangkan posisi kaki ketika naik ke footstep juga pas posisinya. Desain tangki sangat baik karena paha bisa menjepit tangki dengan pas, dan nantinya akan sangat terasa saat riding.

Sayangnya rider tester kami tidak merasakan duduk di jok belakang. Mengingat uji coba ini dilakukan sendiri dan waktu yang cukup terbatas.

Impresi Berkendara

Saatnya membetot gas dan sepeda motor pun melaju. Impresi pertama yang kali terlintas saat mengendarainya adalah mudah dikendarai.

Posisi yang nyaman dan desain yang menurut rider tester cukup compact membuat GSX150 Bandit sangat nurut untuk diajak bermanuver. Bahkan ketika melibas jalanan conblock masih cukup baik handling dan getaran yang minim.

Soal tenaga juga terbilang pas. Tidak berlimpah tetapi tidak juga lemot untuk tarikan awalnya. Untuk jarak pendek atau melintas di jalanan dengan karakteristik stop and go mungkin cukup mumpuni. Sayangnya kami tidak bisa merasakan torsi atasnya dengan baik karena kondisi jalan conblock dan area pengetesan yang tidak terlalu jauh.

Sebagai Informasi saja, GSX150 Bandit mengusung jantung mekanis yang sama dengan GSX-150 lainnya yakni 150 cc, DOHC, pendingin cairan. Menurut data resminya, kuda besi ini memiliki tenaga 18,9 daya kuda dan toris 14 nm.

Kesimpulan

Bagi rider dengan posisi yang tidak terlalu tinggi, GSX150 Bandit masih terbilang nyaman. Desainnya cukup mengakomodir postur badan yang tidak terlalu tinggi, dan cukup nyaman untuk dikendarai di area perkotaan.

Sayangnya kami tidak merasakan sepeda motor ini untuk jarak jauh dan waktu yang cukup lama. Sehingga tester rider Medcom.id berencana untuk membetotnya dari Bandung ke Surabaya.

Harga & Kompetitor

Suzuki Indonesia sudah memulai penjualan GSX150 Bandit. Konsumen bisa membeli naked sport bike tersebut dengan harga Rp26 juta (on the road Jakarta).

Berbicara tentang kelas motor sport touring 150 cc, tentu kelas ini juga cukup ramai. Lantaran ada Honda CB150R Streetfire dan Yamaha V-Ixion yang menjadi raja di kelas ini. Namun jika dilihat dari sisi harga, motor ini sangat memungkinkan bersaing dengan lawan-lawannya itu.

(UDA)

New Yamaha R25, Tawarkan Desain Baru dan Up-side Down

Jakarta: Yamaha akhirnya melakukan penyegaran terhadap Yamaha YZF-R25 dan R3 yang mereka lakukan secara global di Jakarta pada Kamis (11/10/2018). Adapun ubahan yang terlihat kasat mata dari motor versi terbaru dari beginner sport Yamaha tersebut adalah dari sisi desain dan suspensi depan.

Desainnya kini punya wajah yang mirip dengan R15 meski sisi dalam fairing kini terlihat lebih padat. Sementara di bagian depan motor ini sudah menggunakan model suspensi upside down untuk membuat tampilannya lebih sporty. Sisi lain yang terlihat ada perubahan adalah bagian lampu yang sudah full LED.

“Yamaha Indonesia adalah satu-satunya produsen R25 dan R3 yang beredar di dunia sejak pertama debutnya di 2014. Kami memenuhi sistem produksi berdasarkan standar global Yamaha dan kontrol kualitas menyeluruh untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi ke seluruh dunia,” klaim President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) melalui keterangan resminya.

Perbaikan yang dilakukan Yamaha memang tidak menyentuh bagian mesin, mengingat basis mesinnya memang masih up to date. Meski demikian, Yamaha tetap melakukan penyesuaian dari sisi harga jualnya yaitu Rp58,6 juta yang kami kutip di web resmi Yamaha, ada kenaikan sebanyak Rp1,6 juta dibandingkan dengan versi sebelumnya.

Tentu kenaikan ini masih bisa dimaklumi. Mengingat material seperti lampu LED hingga desain dan penggunaan tipe suspensi up side down, membuat perubahannya terlihat cukup banyak.

Jika dibandingkan dengan kompetitornya seperti Honda CBR250RR dan Ninja 250 SE, Yamaha R25 unggul dari banderol harga, alias supersport termurah di kelasnya. Namun dari spesifikasi lainnya, ada beberapa kelemahan yang dimiliki. Termasuk perbedaan tenaga jika dibandingan dengan kedua rivalnya itu.

Spesifikasi:
Mesin

TIPE MESIN     Liquid cooled 4-stroke, DOHC
SISTEM BAHAN BAKAR     Fuel Injection
TIPE KOPLING     Basah, Kopling manual , Multiplat
TIPE TRANSMISI     Constant mesh 6-kecepatan
JUMLAH / POSISI SILINDER     Inline 2-cylinder
DIAMETER X LANGKAH     60,0 x 44,1 mm
PERBANDINGAN KOMPRESI     11,6 : 1
DAYA MAKSIMUM     26,5kW/12000rpm
TORSI MAKSIMUM     22.6Nm/10000rpm
SISTEM STARTER     Elektrik starter
SISTEM PELUMASAN     Basah
KAPASITAS OLI MESIN  Total = 2,40 L ; Berkala = 1,80 L ; Ganti filter oli = 2,10 L

Dimensi
P X L X T     2090mm X 720mm X 1135mm
JARAK SUMBU RODA     1380mm
JARAK TERENDAH KE TANAH     160mm
TINGGI TEMPAT DUDUK     780mm
BERAT ISI     166 kg
KAPASITAS TANGKI BENSIN     14 Liter

Rangka
TIPE RANGKA     Diamond
SUSPENSI DEPAN     Teleskopik
SUSPENSI BELAKANG     Swing Arm
BAN DEPAN     110/70-17M/C (54S)
BAN BELAKANG     140/70-17M/C (66S)
REM DEPAN     Cakram Hidraulic , Piston Ganda
REM BELAKANG     Cakram Hidraulic, Piston Tunggal

Kelistrikan
SISTEM PENGAPIAN     TCI
BATTERY     GTZ8V
TIPE BUSI     NGK/CR9E

(UDA)

Ketua Umum YNIC Puji Kualitas Corsa Platinum M5

Jakarta: Ketua Umum Yamaha Nmax Club Indonesia (YNCI) Yudi memuji kualitas ban Corsa Platinum M5. Menurutnya, Corsa Platinum M5 sangat menunjang perjalanan touring, stabil saat dipacu melintasi jalan bebatuan, dan cocok untuk segala kebutuhan pengendara.

Hal itu diungkapkan Yudi usai mengikuti kegiatan Corsa Jelajah Tangguh untuk menguji ketangguhan Corsa Platinum M5. Jalur yang dilewati Corsa Jelajah Tangguh berawal dari Sulawesi, Jawa, dan berakhir di Bali pada Sabtu, 6 Oktober 2018.

“Pengalaman ikut touring Jelajah Tangguh dengan Corsa M5 ini sangat menyenangkan. Dari segi kembangan dan bahan compound yang digunakan sangat menunjang perjalanan touring. Mengebut di tikungan dan hajar batu-batuan masih oke. Habis dari acara, besok juga beberapa teman-teman ada yang mau lanjut ke Labuan Bajo. Saya yakin ban Corsa Platinum M5 tetap oke sampai tujuan,” ujar Yudi, dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Oktober 2018.

Corsa Platinum M5 dilengkapi telapak ban yang sporty dan alur pattern yang agresif sehingga memaksimalkan performa dan kenyamanan dalam berkendara. Pattern depan dan belakang yang dirancang dengan arah saling berlawanan akan memaksimalkan grip pada masing-masing ban.


Corsa Platinum M5. (Foto: Dok. Corsa)

Selain itu, Corsa Platinum M5 diproduksi dengan compound premium (bahan baku ban pilihan, baik karet maupun sintetik). Corsa Platinum M5 memiliki jarak tempuh optimal dan dijamin mampu memberikan performa handling, serta daya cengkram yang sangat baik di lintasan kering maupun basah.

Berbicara soal ukuran, Corsa Platinum M5 saat ini baru tersedia di rim 13 dengan ukuran 110/70-13 48P, 120/70-13 53P, 130/70-13 63P, 140/70-13 61P, 150/60-13 66P. Corsa Platinum M5 dibanderol dengan kisaran harga eceran tertinggi (HET) Rp270 ribu hingga Rp420 ribu di seluruh wilayah Indonesia.

National Sales Manager Corsa Veriandi mengatakan,saat ini Corsa Platinum M5 dipastikan sudah didistribusi dengan baik. Corsa Platinum M5 bisa ditemukan di seluruh toko ban Indonesia dan dibeli melalui e-commerce.

“Jika ingin lebih praktis, kami telah bekerja sama dengan Bengkel BOS untuk melakukan penjualan melalui e-commerce, sehingga semakin memudahkan pelanggan dalam membeli ban. Ditambah, kami ada gratis service pemasangan jika melakukan pembelian di e-commerce Bengkel BOS,” kata Veriandi.

Corsa pun terus berinovasi dengan mencoba pasar ban skuter matik premium. Sebab, trend motor skuter matik (skutik) premium dinilai sudah menjadi gaya hidup dan simbol status pengendara di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari terus bertumbuhnya komunitas pengendara skutik.

“Kami terus melakukan inovasi dalam meluncurkan seri terbaru kami. Kali ini, kami ingin coba menguasai pemenuhan kebutuhan pasar untuk ban skuter matik premium,” ujar Brand Manager Corsa Papar Salomon Manalu.
(ROS)

Mekanik Indonesia Ikut Serta di Kontes Mekanik Dunia

Ardhi akan berkompetisi dengan 20 teknisi terbaik Yamaha dari 18 negara. Yamaha

Jakarta: Tidak cuma atlet Indonesia yang sedang berjuang mengharumkan nama Indonesia melalui Asian Para Games 2018. Mekanik Indonesia juga sedang berusaha mengharumkan nama Indonesia melalui Technician World Grand Prix (WTGP) 2018.

Kali ini mekanik Indonesia diwakili oleh pemuda asal Jember Ardhi Sulistyo. Dia merupakan juara Indonesia Techinician Grand Prix (ITGP) 2018.

“Saya sudah siap untuk kompetisi di Jepang. Persiapan di Jakarta seperti latihan langsung penanganan konsumen di bengkel flagship shop Jakarta dan trouble shooting sudah saya lakukan. Insya Allah saya bisa menjadi juara dunia,” klaim teknisi dealer Sentral Yamaha Jember itu melalui keterangan resminya.

WTGP 2018 nanti Ardhi akan berkompetisi dengan 20 teknisi terbaik Yamaha dari 18 negara. Memasang target juara dunia, Ardhi akan adu kemampuan dengan teknisi-teknisi Jepang, Thailand, Vietnam, India, Australia, serta negara dari benua Eropa dan Amerika. Sebagai catatan, Yamaha India adalah pemenang WTGP seri terakhir 2016 dan akan jadi lawan kompetitif tahun ini.

Yamaha Indonesia terus berkomitmen dalam mencetak teknisi handal kelas dunia yang menguasai teknologi terkini dan beradaptasi dengan kebutuhan konsumen yang semakin berkembang. Ardhi Sulistyo adalah salah satu contoh keseriusan Yamaha Indonesia sehingga layanan aftersales Yamaha tetap menjadi yang terbaik.

“Ardhi bukan hanya membawa nama Yamaha Indonesia tetapi juga membawa harum nama Indonesia di kejuaraan tingkat dunia. Kita doakan bersama dia mampu mengukir prestasi serta menjadi contoh yang baik bagi teknisi muda lainnya agar termotivasi,” beber GM Aftersales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, M Abidin.

(UDA)

Modifikasi Sistem Pengapian? Haram Potong Elektroda Busi

Pilih busi sesuai dengan kebutuhan mesin motor Anda. SM

Jakarta: Dalam dunia modifikasi, banyak cara dilakukan untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor. Salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kinerja pengapian agar menghasilkan api yang besar.

Menurut Aftermarket Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, sebelum melakukan modifikasi pada bagian pengapian itu kita harus tahu dulu bagaimana cara kerja pengapian.

“Busi punya peran vital yang berfungsi sebagai pemantik bunga api dalam ruang bakar mesin, ketika Udara dan bahan bakar bercampur,” kata Diko kepada Medcom.id, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diko sekali lagi menegaskan, busi itu berfungsi menghasilkan listrik agar terjadi api, bukan menghasilkan api. Kemudian dijelaskan, pembesaran api di kepala busi sangat dipengaruhi oleh bentuk material bahan dan elektroda (elektroda pusat dan elektroda ground). 

“Kita harus tahu dulu faktar mana yang sangat mempengaruhi proses pengapian, faktornya apa, saya kira kita harus tahu dulu. Sebetulnya busi sudah diciptakan dengan banyak varian pilihan, kita tinggal pilih mau variasai yang mana, ada model Nickel, G-Power hingga Iridium,” jelasnya.

Dengan memilih varian sesuai dengan kebutuhan kendaraan bermotor Anda, adalah salah satu cara untuk menghindari modifikasi ekstrim yang salah. “Saya pernah bertemu dengan modifikasi yang memotong bagian electrokda-nya, yang katanya tujuannya untuk memperbesar api. Padahal ini hal yang salah, karena durability-nya tidak dapat.”

(UDA)

Corsa Platinum M5 Lahir karena Populasi Besar Nmax & Aerox

Corsa Platinum M5 hadirkan ban yang didesain khusus untuk Nmax dan Aerox. Corsa

Bali: Penjualan Yamaha Nmax dan Aerox di Indonesia ternyata menarik perhatian Corsa. Bahkan pabrikan ban asli Indonesia ini menghadirkan Corsa Platinum M5 yang dikhususkan untuk skutik gambot tersebut.

Brand Manager Corsa, Salomon Manalu, menjelaskan menurut riset yang dilakukan per 2018 akan ada satu juta unit untuk kedua skutik buatan Pulogadung tersebut. Bahkan pertumbuhannya per tahun diprediksi akan menyentuh 30 persen.

“Kami melihat adanya pertumbuhan populasi motor Yamaha Nmax dan Scooter yang cukup besar. Sehingga kami menghitung kebutuhan ban untuk motor tersebut pertahunnya dan ternyata akan menjadi pasar yg menarik untuk dipenuhi oleh Corsa,” ujar Salomon melalui keterangan resminya.

Tentu saja Platinum M5 tidak sendirian untuk mengisi celah skutik garapan garpu tala tersebut. Sebelumnya sudah ada Maxxis MA-R1 dan Zeneos Milano yang juga sudah mengisi pasar tersebut.

Sebagai pembeda di antara produk serupa, Platinum M5 memiliki keunggulan dengan penggunaan compound premium yang cocok untuk penggunaan harian, touring, hingga modifikasi. Selain itu alur pola yang agresif sehingga memaksimalkan performa dan kenyamanan, karena pola depan dan belakang yang dirancang dengan arah saling berlawanan akan memaksimalkan grip pada masing-masing ban.

Corsa memastikan distribusi akan sudah merata pada September 2018 di semua dealer Corsa. , Corsa Platinum M5 dibandrol dengan kisaran harga eceran tertinggi (HET) Rp270 ribu hingga Rp420 ribu.

(UDA)

Mirip, Suzuki GSX-S 150 dan GSX150 Bandit Sasar Segmen Berbeda

Suzuki GSX150 Bandit menjadi keluarga baru GSX Seri. Suzuki

Jakarta: Suzuki menambah jajaran keluarga GSX dengan GSX150 Bandit. Meski sekilas GSX150 Bandit mirip dengan GSX-S 150, namun keduanya memiliki karakteristik berbeda.

Bahkan untuk urusan harganya pun sama. Keduanya sama-sama dibanderol Rp26 juta (on the road Jakarta), dan bersaing dengan Yamaha V-Ixion dan Honda CB150R Streetfire.

Departement Head of Sales & Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Yohan Yahya, meyakini keduanya tidak akan saling mengganggu. Karena GSX-S 150 Bandit termasuk dari varian Suzuki GSX-S150.

“Jadi, kita ingin menawarkan pilihan dengan harga yang sama, karena kasihan jika ada satu tipe yang harganya di atas atau di bawah dari model lainnya,” jelas Yohan Yahya beberapa waktu lalu di Ancol Jakarta.

Lebih jauh Marketing 2W Section Head PT SIS, Banggas F S Pardede, membeberkan kedua sepeda motor ini memiliki perbedaan posisi berkendara yang berbeda dan jok yang digunakan. Sehingga target konsmen untuk keduanya juga berbeda.

“Kita sudah survei, kebutuhan orang yang tandem riding dan solo riding berbeda. Kalau Bandit aktualisasi diri sama teman-teman, satu lagi penyendiri,” kata Banggas.

Selain itu dari segi umur target konsumen juga berbeda. GSX-S 150 mulai dari konsumen berumur 20 tahun dan GSX150 Bandit untuk umur mulai 23 tahun.

“Untuk targetnya sendiri, Suzuki GSX150 Bandit kita harapkan terjual 2.000 unit per bulan. Jadi, setahun sekitar 24 ribu. Sedangkan untuk Suzuki GSX-S150 tidak banyak, hanya sekitar 100 sampai 200 unit sebulan,” tambah Yohan Yahya.

(UDA)

Tutup Barang Bawaan di Motor, Jaga Konsentrasi Pengendara

Perhatikan dimensi, bobot bawaan dan distribusi berat dalam menggunakan side box. Dok. Medcom

Jakarta: Sepeda motor merupakan alat transportasi yang mudah terlibat kecelakaan. Hanya bertumpu di kedua roda, dan bisa melaju dengan mengandalkan keseimbangan.

Penambahan barang bawaan berlebih pada motor tentu akan memperbesar resiko kecelakaan. Terlebih meletakkan barang bawaan di jok, tangki, atau disangkutkan pada setang.
 
Penggunaan boks motor diklaim bisa mengurangi resiko kecelakaan karena pembawaan barang-barang tadi. Dengan kondisi yang tertutup, barang bawaan akan aman, dan tidak sampai mengganggu keseimbangan motor.

“Salah satu alasan pakai boks motor karena lebih aman, simpel, konsentrasi berkendara terjaga dan barang pun aman. Namun di Indonesia penjualan boks motor sangat kecil,” kata Sales Department PT Shad Indonesia Motoaccessory, Toni Wijaya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kemudian hal lain adalah peraturan pemerintah, seperti pelarangan bawa barang secara terbuka di motor. “Contohnya di Singapura, mereka melarang motor membawa barang secara terbuka, makanya di sana penjualan boks motor sampai 90 persen dari total penjualan motor,” lanjutnya.

Meski begitu, pemilihan boks motor harus disesuaikan dengan dimensi kuda besi kesayangan. “Motor matik kecil seperti BeAT, Mio itu lebih pas pakai ukuran kecil seperti ukuran 29 liter, 33 liter atau 34 liter, tinggal sesuaikan desain yang disukai”.

Lalu jika ingin pakai side boks (side case), usahakan lebarnya tak lebih dari 50 cm diukur dari titik tengah jok, itu jika mengikuti regulasi Eropa. Lebih mudah lagi Anda bisa berpatokan pada sisi paling luar sepeda motor yakni kaca spion.

(UDA)

Kustomfest 2018, Bukti Hidupnya Industri Kreatif Otomotif

Salah satu budaya kustom di Kustomfest yaitu diorama sebuah bengkel kustom mini. Kustomfest

Yogyakarta: Industri kreatif yang selalu ditekankan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, rupanya berkembang sangat pesat di Indonesia. Termasuk dalam industri otomotif kreatif seperti industri kendaraan kustom atau custom bike/car dan kustom kulture.

Berbicara tentang industri kustom, Indonesia Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2018 pun memberikan inspirasi tentang bagaimana industri kreatif dalam otomotif bisa terus berkembang. Event ini bahkan sudah tercetus sejak tujuh tahun lalu dan setiap tahunnya selalu memberikan nafas segar bagi para penggemar kustom kulture di Indonesia.

Dari keterangan resminya, Badan Ekonomi Kreatif yang diwakili oleh Dr Ing Abdur Rohim Boy Berawi, M.Sc, menegaskan bahwa event yang digagas Retro Classic Cycles Jogja ini membuktikan bahwa industri kreatif otomotif nasional masih butuh dukungan besar.

“Kita lihat industri kreatif otomotif ini tumbuh subur. Tapi masih butuh dukungan besar dari pemerintah untuk membuatnya lebih baik. Termasuk dukungan dalam berbagai hal agar hasil karya atau paten konsep dan riset yang kita punya bisa secepatnya jadi karya. Kemudian juga menjadi ciri khas bangsa kita sendiri dari sudut pandang orang asing,” ujar Boy.

Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi menjelaskan bahwa dukungan pemerintah yang saat ini sudah mengalir, setidaknya membuat mereka semakin percaya diri. Lantaran dari sini jalur yang biasanya tertutup untuk melakukan kreatifitas lebih baik, bisa diretas.

“Kami sebenarnya ingin juga mengundang builder-builder dari luar dan karya-karyanya. Tapi rasanya itu tak memungkinkan karena sistem dan regulasi di negara kita yang cukup panjang lebar. Tapi dengan dukungan dua pihak yang mewakili pemerintah yaitu Bekraf dan Kementerian Pariwisata, saya rasa nantinya akan ada solusi terbaik untuk industri kreatif kita,” ujar Lulut.

Meski belum mampu menghadirkan karya-karya para builder asing tersebut, namun Lulut menghadirkan orang-orang yang bisa memberikan inspirasi terhadap para peserta yang hadir di event tersebut. Misalnya menghadirkan profesional skater, Steve Cabalero yang sejak dulu hingga sekarang masih menjalani hobinya dan hidup dari hobinya tersebut.

Ada juga Diecast Custom Artist, Eero Kumanto yang juga dihadirkan khusus untuk memberikan inspirasi kepada para pehobi diecast di Indonesia. “Dari hobi mereka bisa mendapat penghasilan, artinya ini seni dalam industri otomotif itu bukan sekadar membuat orang yang melakoninya jadi puas. Namun juga dibayar dengan menjalani hobinya itu.”

(UDA)

Suzuki Sesuaikan Spek New GSX-R1000 ke Regulasi WSBK

Suzuki melakukan pengembangan untuk New GSX-R1000 sesuai regulasi WSBK. Suzuki

Jerman: Selain memperkenalkan All New Katana, Suzuki juga menghadirkan New GSX-R1000. Superbike ini hadir dengan sejumlah ubahan yang mengikuti regulasi world superbike championship (WSBK).

Dikutip dari visordown, ada sejumlah ubahan yang dilakukan. Mulai dari desain hingga beberapa komponen mendapatkan revisi untuk hasil yang lebih baik.

Seperti contoh bagi poros swing arm mendapatkan penyesuaian. efeknya juga bagian knalpot juga direvisi ulang, lebih besar, dan diberikan kelir hitam.

Pembaruan besar justru terjadi di selang pengereman. Hal itu diklaim mampu membuat salah satu sistem keselamatan ini berfungsi lebih baik dibandingkan tipe lamanya.

Namun perbaikan selang pengereman hanya terjadi di model GSX-R1000R. Karena tipe GSX-R1000 masih mendapatkan selang pengereman seperti model sebelumnya.

Fitur baru yang disematkan adalah quickshifter pada varian GSX. Suzuki optimis motor terbarunya ini mampu diterima secara global.

Sayangnya untuk urusan dapur pacu masih menjadi misteri. Pabrikan asal Jepang ini masih merahasikan apakah ada perubahan di sektor mesin atau tidak untuk rival Honda CBR1000RR Fireblade dan Kawasaki ZX-10R tersebut.

(UDA)

Begini Urutan Mencuci Sepeda Motor

Perhatikan bagian sensitif air saat cuci motor biar gak mogok. Motorcyclevalley

Jakarta: Libur akhir pekan saat yang tepat untuk memanjakan tunggangan kesayangan. Terlebih setelah sepekan si kuda besi diajak menemami aktifitas Anda yang cukup padat. 

Sebagai langkah merawat kendaraan agar terhindar dari korosi dan noda membandel, mencuci motor di rumah adalah hal yang paling sederhana dan bisa dilakukan siapa saja.

Tapi agar hasilnya maksimal, kata Yosi, mekanik sekaligus pemilik bengkel motor Bengbrand di Bekasi Timur, ada beberapa cara yang disarankan saat mencuci sepeda motor kesayangan. 

Pertama, bersihkan rantai motor terlebih dulu. Ini khusus pengguna motor bebek atau sport, rantai harus dibersihkan dulu sebelum mencuci bagian lain. Alasannya agar bodi atau bagian yang sudah bersih, tidak akan terkena kotoran dari rantai, jika bagian ini dibersihkan belakangan. Debu dan oli dari rantai bakal mengotori lagi bodi dan bagian yang sudah dibersihkan.

Kedua basahi bodi motor terlebih dulu sebelum membasuhnya dengan air sabun. Ini dimaksudkan agar noda yang telah mengering dan keras bisa lebih mudah terangkat. Contohnya adalah bangkai serangga yang saat kering susah dibersihkan.

Ketiga, perhatikan komponen yang sensitif dengan air. Jangan semprot air bertekanan di area mesin, terlebih saat kondisi mesin dalam keadaan panas, karena komponen-komponen yang terbuat dari logam bisa merenggang dan cepat rusak. 

Terakhir, perhatikan komponen yang sensitif dengan air, seperti area mesin, bawah tangki bahan bakar, dan area lubang filter udara. Jangan sampai menyemprotkan air di aea sensitif, salah-salah motor Anda bisa mogok saat sudah kinclong usai dicuci.

(UDA)

Suzuki GSX150 Bandit Mulai Dijual, Harga Rp26 Juta

Jakarta: Suzuki Indonesia akhirnya memulai penjualan GSX150 Bandit. Konsumen bisa membeli naked sport bike tersebut dengan harga Rp26 juta (on the road Jakarta).

Departement Head of Sales & Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales, Yohan Yahya, menjelaskan ini adalah bentuk komitmen Suzuki Indonesia untuk menambah pilihan model produk sepeda motor. Beragam keunggulan ditawarkan dengan harga yang kompetitif dan berbagai program menarik.

“Upaya Suzuki menghadirkan produk denga utilitas dan kualitas tinggi diwujudkan dengan peluncuran Suzuki GSX150 Bandit. Motor ini cocok untuk melakukan beragam aktivitas harian maupun untuk menikmati perjalanan seperti konsumen-konsumen Indonesia yang menyukai aktivitas touring,” ungkap Yohan Jumat (5/10/2018) di Ancol Jakarta.

Motor ini mengusung jantung mekanis yang sama dengan GSX-150 lainnya yakni 150 cc, DOHC, pendingin cairan. Menurut daya resminya, kuda besi ini memiliki tenaga 18,9 daya kuda dan toris 14 nm.

Kenyamanan menjadi nilai tawar untuk sepeda GSX150 Bandit dengan berbagai fitur. Mulai dari penggunaan jok yang menyatu dengan desain yang panjang dan lebar, shuttered key system, LED headlamp, full digital speedometer, hingga petal disk brake.

Selain itu pada masa awal penjualannya, geng Pulogadung ini juga menghadirkan program trade for upgrade. Konsumen bisa menikmati potongan harga hingga Rp3 juta.

“Kami mencoba sesuatu dobrakan sistem penjualan sepeda motor yang baru di Suzuki lewat program Trade for Upgrade yang berlaku khusus untuk GSX150 Bandit. Harapan kami para pengguna GSX150 Bandit bisa menjadi ikon baru di industri sepeda motor nasional,” tambah Asst to Departement Head of Sales & Marketing 2W PT SIS, Mimuro Shunichi.

Berbicara tentang kelas motor sport touring 150 cc, tentu kelas ini juga cukup ramai. Lantaran ada Honda CB150R Streetfire dan Yamaha V-Ixion yang menjadi raja di kelas ini. Namun jika dilihat dari sisi harga, motor ini sangat memungkinkan bersaing dengan lawan-lawannya itu.

Sebagai pembanding, CB150R Streetfire di banderol mulai dari Rp26,740 juta hingga Rp27,850 juta. Sedangkan untuk V-Ixion dihargai mulai dari Rp26,5 juta hingga Rp29,5 juta.

(UDA)

Kawasaki Luncurkan ‘Baby’ Ninja 125

Kawasaki Ninja 125. Kawasaki

Jerman: Kawasaki menambah lini produk mereka dengan menghadirkan Kawasaki Ninja untuk entry level. Tidak menggunakan mesin 250 cc atau 150 cc seperti Ninja 2-tak, tapi kini menggunakan mesin 125 cc.

Dikutip dari carandbike, Ninja 125 ini memiliki banyak kemiripan dengan model Ninja 250. Beberapa sumber lain menyebutkan kalau si bungsu ini memang menggunakan basis Ninja RR Mono.

Dimensinya tercatat panjang 1.935 milimeter, lebar 685mm, dan tinggi 1.075mm. Kemudian di bagian rangkanya menggunakan model teralis swingarm tipe kotak.

Bagian suspensi dengan memakai telescopic fork dan suspensi belakang uni-trak gas charged dengan adjustable preload.

Dapur pacu motor ini dibekali mesin 125 cc DOHC bertenaga 15 daya kuda dan torsi 11,7 Nm. Mesin disandingkan dengan gearbox enam-percepatan.

Belum diketahui berapa banderol untuk Ninja 125 ini. Cuma nantinya sepeda motor asal Jepang ini akan bersaing dengan KTM RC125 dan Aprilia RSV4 125.

(UDA)

Jangan Asal Rem, Sesuaikan dengan Kecepatan Motor Anda!

Teknik pengereman yang tepat dengan menyesuaikan kecepatan sepeda motor. Medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Sepeda motor masih menjadi kendaraan favorit masyarakat, terutama untuk mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Irit dan lincah bermanuver di tengah kepadatan lalu lintas ibukota membuatnya kian diminati oleh  banyak masyarakat. 

Masalahnya tak sedikit pengemudi motor yang belum paham tentang teknik pengeraman yang benar. Meski terlihat sepele, teknik pengereman yang kurang tepat atau salah bisa membahayakan diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
 
Chief Instructor dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), Jusri Pulubuhu menjelaskan, cara melakukan pengereman kendaraan bermotor roda dua. Saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu, Ia menjelaskan bahwa saat pengereman juga perlu memperhatikan kecepatan tunggangan Anda.
 
“Saat melakukan pengereman, jangan sembarangan menggunakan rem. Dianalisa dulu kecepatan dan kondisi sekitar,” papar Jusri.

Pria yang sudah lama malang-melintang di dunia safety riding dan safety driving tersebut menjelaskan, saat motor melaju dibawah 30 km per jam jangan gunakan rem depan, cukup dengan rem belakang saja. Menggunakan rem depan saat kecepatan rendah malah berbahya, karena bisa membuat roda mengunci dan setang berbelok.

Kemudian saat motor melaju pada kecepatan 30 hingga 80 km per jam, penggunaan rem dikombinasikan antara rem belakang dan rem depan. Dan jika kecepatannya lebih dari 8o km perjam, sebaiknya penggunan rem depan hanya untuk mengurangi laju kecepatannya.

(UDA)

Atur Ketinggian Lampu Sorot, Cegah Silau Pengendara Lain

Penggunaan lampu yang terlalu terang dapat menganggu pengguna jalan lainnya. Alicdn

Jakarta: Mengemudi dengan keadaan gelap membuat perasaan tidak nyaman akan bahaya. Kondisi ini membuat pengemudi tidak bisa memprediksi apa yang ada di depan. Seberapa jauh jarak jalan ketika ingin melalui tikungan, dan berbagai hal teknis lainnya.

Beberapa orang pun mengakalinya dengan memasang lampu utama LED atau HID. Jarak tembak yang jauh dan lumance yang dikeluarkan melebihi lampu utama bawaan pabrik, memang membuat jalan kendaraan Anda menjadi sangat terang.

Namun ini bisa jadi petaka bagi pengendara yang ada di lawan arah. Hal tersebut dikarenakan sifat cahaya yang keluar dari lampu LED atau aksesoris lampu sorot bersifat padat dan menutup jarak pandang dari awal berlawanan.

Tidak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan kondisi ini. Bahkan mereka menyatakan ketidaksukaan dan tidak nyaman secara terang-terangan melalui sosial media.

Faktanya memang banyak keluhan perihal lampu yang membuat mata menjadi silau ini. Padahal ada peraturan tentang penggunaan lampu pada kendaraan yang tertulis di perautan pemerintah republik Indonesia nomor 55 tahun 2012 tentang kendaraan yang salah satunya, “Titik tertinggi permukaan penyinaran tidak melebihi titik tertinggi permukaan penyinaran dari lampu dekat. dipasang pada ketinggian tidak melebihi lampu standar dan ataupun melebihi ketinggian 800 milimeter.”

Saat ini banyak akseoris pendukung untuk kendaraan anda, salah satunya adalah lampu sorot ini. harus ada jiwa sebagai pengendara yang bijak untuk dapat memilih barang yang memang dapat membantu atau dapat membahayakan diri sendiri atau pengendara lain.

(UDA)

IMOS 2018 Bakal Umbar Teknologi Motor Terbaru

Jakarta: Indonesia Motorcycle Show (IMOS), bakal kembali memberikan gebrakan di pasar otomotif tanah air. Pameran yang dihelat dua tahunan sekali ini menjadi satu-satunya pameran yang khusus mewadahi industri sepeda motor tanah air untuk show off teknologi terbarunya.

Kegiatan yang bakal digelar pada 31 Oktober – 4  November 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut, merupakan pameran yang berada di bawah Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Mereka akan mengusung tema ‘Indonesia Future Technology’ yang menampilkan sejumlah terobosan teknologi dalam industri kendaraan roda dua.

“Teknologi selalu menjadi isu yang menarik di industri sepeda motor, karena akan mempengaruhi kenyamanan, keamanan dan kepraktisan berkendara para penggunanya. IMOS 2018 ini akan menghadirkan teknologi terkini untuk kemajuan industri sepeda motor Indonesia,” ungkap Ketua Umum AISI, Johannes Loman.

Loman juga berharap IMOS 2018 bisa menjadi ajang bagi para pelaku industri sepeda motor Indonesia untuk bersama-sama menciptakan pasar yang sehat. Terutama melibatkan industri-industri kecil dan menengah pendukung di bidang otomotif. Dengan pasar yang terus bertumbuh, peluang untuk menyerap tenaga kerja juga akan semakin besar.

“Selain menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan pajak, kontribusi positif industri sepeda motor juga semakin besar sejalan dengan peningkatan ekspor sepeda motor ke manca negara.”

Berdasarkan data AISI, ekspor sepeda motor Indonesia pada Januari – Juni 2018 mengalami lonjakan sebesar 43,5% menjadi 265.662 unit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya 185.093 unit. Peningkatan ekspor yang cukup signifikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain industri sepeda motor domestik yang semakin kompetitif.

Apalagi pasar baru ekspor sepeda motor ke Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin, pertumbuhan signifikan ekonomi negara tujuan ekspor. Juga karena menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah beberapa bulan terakhir yang menyebabkan harga sepeda motor produksi Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.

Indonesia saat ini masih menjadi pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia setelah India (20 juta unit) dan Cina (15.09 juta unit). Penjualan sepeda motor di Indonesia tahun ini diperkirakan akan menembus angka 6 juta unit. Sementara itu, penjualan sepeda motor domestik di semester pertama tahun ini meningkat 11,19 persen dengan total penjualan sebanyak 3 juta unit.

“Target pameran ini adalah menjadi barometer bagi para pelaku industri, komunitas sepeda motor, dan konsumen dalam menjalin hubungan dalam satu wadah, yang tidak hanya memamerkan produk namun juga memberikan edukasi teknologi sepeda motor terkini,” timpal Presiden Direktur Amara Pameran Internasional, Andy Wismarsyah melalui pernyataan resminya.

(UDA)

Wearpack Balap AHRS, Kini Pakai Standar Dunia

AHRS dikenal memproduksi wearpack balap kelas tinggi. Medcom/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Di ajang balap motor, wearpack jadi salah satu perlengkapan yang wajib digunakan para pembalap. Untuk balap motor lokal, brand-brand asal Indonesia masih mendominasi dan banyak digunakan para pelaku balap, salah satunya adalah AHRS.

Merek asal Depok, Jawa Barat ini punya beragam tipe wearpack mulai dari untuk drag race, road race hingga penghobi cornering. Yang menarik kualitas baju balap yang diproduksi di Garut, Jawa Barat tersebut sudah berstandar internasional.

“Misalnya untuk protector dalam wearpack, kita sudah pakai standar CE. Protector ini ada dibagian dada, punggung, bahu, siku dan lutut,” buka Asep Hendro, sang pemilik AHRS kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.

Menurut pria akrab disapa juragan tersebut, brand lokal lainnya belum ada yang menggunakan protector berstandar CE. “Setahu saya memang untuk produk lokal baru AHRS saja yang menggunakan,” yakinnya.

Kemudian penggunaan kevlar elastis yang disebut schoeller, pada bagian lengan sisi dalam dan betis terbuat dari bahan anti api. “Bagian ini rawan terkena panas saat crash, jadi pakai bahan anti api,” jelasnya.

Sedangkan untuk bahan utamanya menggunakan kulit sapi lokal, dipadu protector luar lokal dan impor tergantung dari tipe wearpack-nya. Harga jual wearpack AHRS sendiri mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp10 juta.

Brand lokal yang memproduksi wearpack selain AHRS saat ini ada Ardians, Puka 22, Exride dan BeDa Sport. Sedangkan merek impor cukup banyak, mulai dari Alpinestars, Dainese, RS Taichi, Komine dan lainnya, namun harga jualnya sangat tinggi.

(UDA)

FDR Brotherhood Sambangi Korban Gempa di Lombok Utara

FDR Brotherhood memberikan bantuan kepada korban gempa di Lombok. FDR

Lombok: Kegiatan sosial seperti kepedulian terhadap sesama, selalu dilakukan komunitas otomotf nasional. Namun FDR Brotherhood sepertinya menjadi komunitas yang cukup responsif dalam memberikan bantuan jika terjadi bencana alam nasional.

Kali ini mereka menunjukkan kepedulian yang cukup tinggi saat terjadinya Gempa di Dusun Kerta, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan yang mereka balut dalam tema besar FDR biker gathering dan deklarasi FDR Brotherhood chapter Bali-Lombok berlangsung sukses pada Sabtu (29/9/2018).

“Kami menyebutnya FDR Brotherhood karena kami ingin kegiatan yang diadakan oleh FDR tidak hanya sekadar kumpul-kumpul saja, tapi juga bisa membangun rasa persaudaraan dan solidaritas baik antar anggota maupun antar sesama klub motor,” kata FDR sales & marketing division head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), Zandhy Utama, melalui keterangan tertulisnya.

Penyerahan bantun kepada para korban gempa berupa bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan sekolah dan bahan bangun. Kemudian kegiatan yang melibatkan 300 bikers ini berlanjut ke Hotel Kila Sengigi, Lombok untuk menggelar FDR biker gathering dan deklarasi FDR Brotherhood chapter Bali-Lombok. Mereka yang hadir di antaranya 250 bikers dari 16 klub motor berbagai daerah di Lombok, dan 50 bikers dari 18 klub motor Bali.

“Kami undang juga bikers dari Bali untuk hadir di sini agar bisa bersilaturahmi dengan bikers Lombok, terlebih lagi pasca bencana gempa kami harap kehadiran bikers Bali bisa membangun semangat Lombok Bangkit,” kata Zandhy

Apa yang dilakukan komunitas ini patut diapresiasi dan diharap bisa menjadi contoh dan bisa memotivasi komunitas otomotif lainnya, untuk peduli dan bisa membantu sesama yang membutuhkan. Terlebih komunitas biker yang selama ini kerap kali dicap sebagai komunitas ugal-ugalan.

(UDA)

Modifikasi Motor, Pilih Gaya atau Kenyamanan?

Motor modifikasi dengan single seat seperti ini, membuat pengendara bakal tak nyaman pada kondisi jalan basah atau berlumpur.

Jakarta: Tak puas dengan konsep motor standar, biasanya ditebus dengan jalan modifikasi. Ragam konsep modifikasi kendaraan terutama roda dua juga sudah cukup banyak. Bahkan tak heran banyak yang keluar dari konsep utama kendaraan.

Misalnya yang sedang digandrungi para bikers adalah model street tracker dengan sekarang jok motornya dibuat khusus untuk single seat. Konsep ini memang cukup menarik perhatian. Namun di sisi lain seperti kenyamanan saat berkendara dalam berbagai kondisi jadi terabaikan.

“Kalau pakai konsep motor modifikasi seperti ini, memang harus siap dengan konsekuensinya. Apalagi kalau dalam kondisi cuaca yang kadang-kadang hujan di beberapa tempat. Dengan jok yang lebih pendek, kotoran atau air hujan sangat mudah terpercik ke badan bikers,” ujar Rusmin ketua Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI).

Rusmin melanjutkan bahwa solusinya adalah kalau riding mereka selalu menggunakan jas hujan, atau jaket yang sudah dilapisi plastik di bagian belakangnya. Memang ini adalah kausalitas yang mengikuti konsep motor modifikasi seperti ini.

Lulut Wahyudi sebagai salah seorang builder Indonesia yang sudah mendunia, menegaskan bahwa memang ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memodifikasi kendaraan. Namun memang terkadang harus memilih, karena sisi kenyamanan untuk digunakan biasanya memang tidak berbanding dengan konsep yang ingin diaplikasikan saat membangun kendaraan.

Tapi yang paling penting adalah tetap menjaga sisi safety dari kendaraan tersebut, terutama setelah mengalami proses modifikasi.

(UDA)

Waspada Pasang Aksesoris Peninggi Suspensi Sepeda Motor

Anting-anting peninggi suspensi ini banyak ditemui di toko-toko aksesoris sepeda motor. Ho ca koi d?p

Jakarta: Banyak motor-motor modifikasi yang menggunakan anting peninggi suspensi untuk menaikan posisi berkendara. Namun pemilik sepeda motor tersebut nampaknya tak sadar dengan adanya bahaya menggunakan komponen tersebut.

Dikutip dari laman resmi Suzuki, anting-anting suspensi belakang digunakan sebagai aksesoris motor kontes, bukan untuk sepeda motor harian. Makanya kebanyakan produk anting-anting suspensi memiliki tampilan yang cantik, tapi cenderung terbuat dari bahan yang rapuh.

Penggunaan anting-anting untuk sepeda motor harian cenderung tidak aman, bahkan berisiko menyebabkan kecelakaan karena anting-anting yang patah saat motor menghajar lubang atau ketika digunakan untuk mengangkut beban yang berat. 

Mengingat komponen ini menggunakan material yang tak sesuai dengan standar kekuatan yang sesuai dengan load index motor. Selain itu penggunaan komponen aksesoris ini rentan membuat suspensi bengkok. 

Lebih parahnya lagi, bisa membuat suspensi patah karena karet yang berada di swing-arm tidak berfungsi mengikuti alur guncangan suspensi.

Risiko ini semakin tinggi saat suspensi yang digunakan bukan produk standar atau kualitasnya sudah buruk. Bahkan bisa membuat sepeda motor oleng saat menikung. Nah masih ingin menggunakan  aksesoris satu ini di sepeda motor anda?.

(UDA)

Switcher Lampu Motor Panas, Waspada Konektor Meleleh

Switcher pada motor panas bisa dikarenakan konektor di dalamnya tidak terpasang dengan baik. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Beberapa hari lalu, kami menemui kasus switcher lampu pada motor terasa panas berlebih. Untuk mengetahui permasalahan tersebut, tim redaksi medcom.id coba menanyakan kepada salah satu ahlinya.

External Training Development PT Daya Adicipta Motora, Ahmad Rustandi, menjelaskan bahwa switcher yang panas bisa disebabkan karena konektor yang ada di dalamnya tidak terpasang dengan baik. Hal ini mengakibatkan arus listrik tidak berjalan dengan baik sehingga panas berlebih pun terjadi.

“Biasanya konektor di dalamnya yang tidak kencang. Cukup dikencangkan aja posisinya, sudah kembali baik lagi dan tidak panas,” jelas pria yang akrab disapa Aru, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh dia menjelaskan meski kondisi tersebut terkesan sepele, namun ada baiknya jika segera melakukan perbaikan dan jangan sampai diabaikan pada kerusakan yang kecil.

Menurutnya jika dibiarkan terlalu lama, maka akan merusak konektor dan kelistrikan dalam motor. Beberapa bagian yang terkena efek panas dapat meleleh dan sudah jelas akan membahayakan kondisi pengendara motor.

Jadi mulai sekarang jangan pernah sepelekan kondisi yang tidak normal pada sepeda motor Anda. Lakukan perawatan berkala akan mencegah kerusakan yang lebih parah. 

(UDA)

Penyebab Mesin Sepeda Motor Overheat

Komponen pendingin mesin yang kalau macet biasanya bikin overheat. Medcom.id/A. Harry Budiawan

Jakarta: Mesin sepeda motor yang terasa panas kemudian mati mendadak, bisa jadi karena overheat (kepanasan). Biasanya setelah menunggu temperatur mesin turun, maka mesin bisa dihidupkan kembali.

Tak hanya motor yang masih manfaatkan angin sebagai pendinginan, overheat juga bisa menyerang sepeda motor yang telah dibekali pendingin cairan. Tentunya akan merepotkan jika sepeda motor mengalami overheat, aktifitas akan terganggu.

Menurut Heri Prasetyawan dari bengkel Jaw’s Speed di Kota Depok, ada beberapa penyebab mesin overheat.

Sirkulasi Oli
Selain sebagai pelumas, oli juga punya fungsi membantu kontrol suhu mesin. Pada mesin, oli punya jalur sirkulasi tersendiri, nah jalur sirkulasi ini bisa tertutup oleh kotoran yang menyebabkan oli sulit atau malah tak bisa mengalir.

“Biasanya jalur oli tertutup lem gasket sehabis bongkar mesin,” papar Heri. Sebab lainnya filter oli tersumbat yang mengakibatkan sirkulasi oli tersendat. Selain overheat, kerusakan jangka panjang bisa membuat piston, dinding silinder, noken as dan klep tergores.

Kipas Radiator
Fungsinya mengalirkan udara segar melewati sirip-sirip radiator untuk mendinginkan suhu air radiator atau water coolant. Jika thermo sensor bermasalah, maka kipas tak akan berputar. “Dia yang punya tugas mengaktifkan kipas ketika suhu mesin sudah sampai titik tertentu. Jika jalanan lancar tak terlalu masalah, kalau macet suhu mesin bakal naik lebih cepat,” wantinya.

Pompa Air Radiator
Kipas sebagai pendorong cairan pendingin, bisa saja terlepas dari as yang diputar noken as, seperti milik Yamaha Jupiter MX. Akibatnya kipas tidak akan bergerak buat mensirkulasikan cairan pendingin.

Sirip Radiator
Buat yang punya kebiasaan menyemprotkan air bertekanan ke arah radiator, hilangkan kebiasaan itu. “Sirip radiator bisa bengkok dan menutup celah untuk udara lewat. Batu dan kerikil jalan juga jadi penyebab lainnya,” ucap pria ramah ini.

Cover Radiator
Maksud pemasangan komponen ini sih untuk melindungi sirip radiator dari batu buat mencegah sirip bengkok atau malah radiator bocor. Tapi model cover radiator macam-macam modelnya dipasaran. Pilih yang tidak terlalu banyak menutup permukaan radiator supaya pendinginan tetap maksimal. 

(UDA)

Lima Motor Benelli Bakal World Premier di Indonesia

Benelli siapkan sejumlah produk baru. Benelli

Jakarta: Benelli tampaknya memandang serius pasar motor di Indonesia. Pabrikan asal Italia ini bahkan sudah menyiapkan ragam strategi terbaik mereka termasuk mengadakan kegiatan launching world premier di Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, mereka akan hadirkan lima sepeda motor World premier di Indonesia sekaligus. Mereka akan meluncurkan ini di Bali Sabtu (20/10/2018).

Launching world premier sekalian acara akbar Benelli di Bali karena semua dealer Benelli dari Amerika, Eropa, Afrika, Asia, Australia akan berkumpul di Nusa Dua Bali,” ujar CEO Benelli Motor Indonesia, Steven Kentjana Putra, kepada Medcom.id melalui pesan singkatnya.

Menurut bocoran yang tersebar, sepeda motor yang diluncurkan akan beraneka ragam model, mulai dari TNT 250 Facelift, Adventure TRK 251, Benelli 502, dan Benelli 752. Bahkan merek sepeda motor asal Italia ini akan meluncurkan Electric Scooter untuk pertama kalinya.

Diakui juga produk-produk tersebut akan mengaspal di Indonesia. Hanya saja masih menunggu momen yang tepat.

“Saya sebagai APM Benelli di Indonesia tetap akan menunggu momen yang tepat sesuai dengan respon dari pencinta roda dua merek Italia tersebut,” ujarnya lagi.

(UDA)

BMW Motorrad Jajal Bisnis Penyewaan Sepeda Motor

BMW Motorrad mulai masuki usaha persewaan motor. BMW

Munich: Selain memproduksi dan menjual sepeda motor, BMW Motorrad dikabarkan akan masuk dalam bisnis penyewaan sepeda motor. Program ini diberi nama ‘rent a ride’, seperti dituliskan Asphalt and Rubber.

Pilot Project program ini akan berlangsung di tiga negara yakni Jerman, Austria dan Prancis. Di tiap negara akan ada dua dealer yang masing-masing punya armada khusus yang disiapkan untuk bisnis penyewaan tersebut.

Jika tahap awal ini sukses, maka pabrikan akan membawa program ini untuk seluruh negara yang memiliki jaringan penjualan mereka. Dan bisa saja termasuk Indonesia, karena mereka punya jaringannya yakni Maxindo Moto.

Langkah ini disebut merupakan trik yang bagus untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Mereka pun akan membuatkan aplikasi khusus pada ponsel pintar, untuk memudahkan konsumen yang ingin menyewa motornya.

Pada aplikasi ini, penyewa bisa melakukan pemesanan dan pembayaran dengan mudah. Kemudian pihak dealer akan melakukan briefing kepada penyewa cara untuk mengoperasikan motornya.

Kita tunggu saja perkembangan program ini.

(UDA)

10 Komunitas Bikers Ini Punya Program Keselamatan Terbaik

Jakarta: Komunitas sepeda motor juga aktif mengadakan program-program yang terkait dengan keselamatan di jalan. Bahkan pada 2018 ini, sudah terangkum 10 komunitas dengan program keselamatan di jalan terbaik.

Ke-10 komunitas ini merupakan finalis Safety Campaign Award (SCA) 2018. Sebuah program dari Adira Insurance yang bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di Indonesia.

“Tahun ini untuk kelima kalinya, kami menggelar SCA 2018. SCA digelar sebagai bentuk apresiasi Adira Insurance terhadap komunitas motor yang aktif mengkampanyekan keselamatan di jalan. Lebih jauh dari itu, kami berharap melalui SCA, semakin banyak para bikers dan juga lapisan masyarakat lainnya untuk terus aktif mengkampanyekan keselamatan di jalan. Mengajak orang lain, khususnya juga orang-orang terdekat, untuk berperilaku aman dan selamat selama berada di jalan raya,” ucap Business Development Division Head Adira Insurance, Tanny Megah Lestari, melalui keterangan persnya.

Seluruh peserta yang mendaftar, ada 120 peserta di tahun 2018, mengisi formulir beserta memilih tema kampanye yang akan digunakan saat mengikuti SCA. Setelah itu dipilih Top 50 dari peserta yang sudah mendaftar dan akan didampingi oleh mentor untuk mengikuti tahap pembuatan proposal.

Hingga saat ini telah terpilih 10 komunitas terbaik yang akan lanjut ke tahap implementasi. Tahap ini, 10 finalis SCA didampingi oleh mentor-mentor yang telah handal di bidang road safety untuk mengimplementasikan kampanye keselamatan jalan yang telah dirancang pada tahap proposal. Tahap akhir dalam rangkaian kegiatan SCA adalah Tahap Presentasi dimana komunitas atau klub motor yang terpilih akan diundang untuk melakukan presentasi di depan dewan juri.

“Peserta SCA setiap tahunnya meningkat, itu artinya semakin banyak pula yang peduli akan pentingnya keselamatan di jalan. Kami masih terus konsisten untuk mengajak komunitas motor dikarenan mereka adalah komunitas dengan semangat solidaritas yang cukup kuat dan selalu menyebarluaskan virus road safety saat berkendara,” ungkap Tanny.

Pengumuman 10 finalis SCA 2018 sudah dilangsungkan pada Sabtu (22/9/2018) di Graha Adira Jakarta. Ketua Dewan Juri SCA 2018, Edo Rusdyanto, di kala itu juga memberikan informasi hal-hal yang harus dilakukan saat implementasi programnya.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, Finalis SCA 2018 merupakan komunitas-komunitas baru yang mengikuti ajang ini. Itu artinya pesan dari Adira Insurance untuk mengajak komunitas motor mengikuti ajang ini telah berhasil,” komentar Edo.

10 FINALIS finalis SCA 2018:
1. CBR Club Indonesia (CCI) Region Bekasi
2. CBR Tangerang Club (CBR TAC)
3. GSX Community Nusantara
4. Independent Bikers Club (IBC)
5. Komunitas Suzuki Thunder Indonesia (Koster)
6. KUTU Community
7. Suzuki Satria F 150 Club (SSFC) Region Depok
8. Sym Club Indonesia (SymCI)
9. Verza Rider Community Indonesia (VRCI) Region Bekasi
10. Vixion Bekasi Club (VIXBEC)

(UDA)

Suzuki Pamer Teaser Motor Sport Terbarunya

Hamamatsu: Nama Katana sudah identik dengan Suzuki. Tapi kali ini bukan untuk mobil, tapi sepeda motor. Ya, pabrikan bermarkas di Hamamatsu, Jepang ini memang pernah menggunakan nama Katana untuk motor sport miliknya.

Mereka pun ingin kembali membangkitkan sang legenda dengan kehadiran Katana 2019. Suzuki bahkan sudah merilis teaser video terbarunya untuk motor tersebut, setelah sebelumnya mendaftarkan paten nama produknya.

Dituliskan Visordown, teaser video singkat menunjukkan bagian tangki bahan  bakar saja dari motor tersebut. Warna abu-abu dengan tulisan Suzuki merah, terlihat sangat klasik khas tahun 1980-an yang jadi masa edar Katana kala itu.

Kabarnya motor yang punya nama lengkap Suzuki GSX-1100S Katana ini, akan muncul pada gelaran Intermot di Cologne, Jerman Oktober 2018 mendatang. Desainnya khas, tak berbeda jauh dengan generasi lawas, namun bentuknya sudah disesuaikan.

Sejauh ini belum ada informasi mengenai spesifikasi mesin yang diusungnya. Namun dikabarkan, sejumlah teknologi tercanggih pada industri sepeda motor terkini, akan disematkan pada GSX-1100S Katana.

(UDA)

Tuas Dalam Saat Ditekan, Gejala Kampas Rem Motor Habis

Lakukan pengecekan kampas rem sepeda motor secara berkala. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Tak sedikit biker yang kurang memperhatikan komponen tunggangan mereka seperti rem. Padahal saat berkendara dengan kondisi rem yang mengeluarkan bunyi berdecit, itu adalah pertanda paling gampang yang dikenali.

Jika ini sudah terjadi, sudah saatnya anda mengecek sistem pengereman. Mungkin sebagian bikers mengetahui kapan dan saat yang tepat untuk mengganti kampas rem tunggangannya. Jangan salahkan kampas rem yang jelek jika piringan cakram atau teromol motor anda tergores.
 
Untuk mencegah hal tersebut, Hendra mekanik yang praktek di bengkel motor Aren Jaya Motor di bilangan Bekasi Timur, berbagi tips dan pengalamannya mengenali gejali kampas rem yang mulai tipis bahkan habis.

Kampas rem yang sudah tipis/habis akan membuat posisi tuas atau pedal rem semakin dalam saat ditekan, dan sepeda motor sedikit nyelonong jika tidak kuat menekannya. Untuk rem cakram, kampas yang habis bisa dikenali dari ketebalannya yang mendekati angka 2 mm. Kondisi ini bisa dilihat melalui lubang atau nut.

Selanjutnya periksa tempat penampungan minyak rem, jika posisinya berada di bawah batara terendah maka dapat dipastikan kampas rem mulai tipis. Sementara indikasi kampas rem habis di bagian teromol, bisa dilihat dari tanda panah yang berada di dekat batang pengukit panel rem.

“Tidak ada salahnya melakukan pengecekan motor secara berkala, ini untuk mencegah kerusakan yang lebih parah seperti tergoresnya piringan cakram atau teromol. Selain itu berkendara juga lebih yakin dan aman,” tutupnya.

(UDA)

Pereli Indonesia Wajib Latihan Baca Navigasi Tulip

Road book atau route book menjadi panduan bagi navigator di mobil maupun motor. medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Prestasi pereli lintas negara asal Indonesia yaitu Irma Ferdiana dan Ayu Windari menjadi sorotan banyak orang. Kedua srikandi itu merajai kategori perempuan di ajang reli Asia Cross Country Rally (AXCR) 2018 dari Thailand ke Kamboja pada Agustus lalu.

Tentunya ini prestasi yang cukup bagus, mengingat mereka baru pertama kali juga menjajal sistem navigasi menggunakan road book. Namun sayang untuk kategori mobil yang dikendarai oleh Memen Harianto yang dinavigatori oleh Lody Natasha, bahwa pembacaan sistem navigasi tulip ini memang cukup sulit.

“Butuh banyak-banyak latihan untuk membaca sistem navigasi seperti ini. Karena kondisi di trek biasanya tetap akan berbeda dengan di road book. Misalnya kalau dikatakan ‘Kiri Tiga’, bisa jadi itu ‘Kiri Satu’ atau yang lainnya. Hal-hal seperti inilah yang kita harus lincah membacanya, agar bisa tampil cepat,” ungkap Memen.

Mempelajari sistem navigasi seperti ini memang tidak mudah. Lantaran konsentrasi seorang navigator juga akan dilatih. Di satu sisi Ia harus memfokuskan pandangannya ke road book, tapi di sisi lain juga harus tetap awas terhadap kondisi mobil di trek.

“Inilah yang sebenarnya harus dilatih. Di Indonesia kita tidak pernah melakukan simulasi seperti ini karena memang tidak ada ajang balapnya. Saya berharap mulai akhir tahun ini atau awal tahun depan, ajang seperti ini sudah ada wadahnya, minimal latihan bersama membaca sistem navigasi. Karena dalam balap lintas negara ini adalah hal yang paling vital.”

Selanjutnya Memen dan Lodi berharap agar kegiatan dan simulasi balap lintas negara bisa segera dilaksanakan. Mereka menyarankan agar IOF (Indonesia Offroad Federation) ikut merumuskan konsep event seperti ini. Sehingga nantinya, memang sesuai harapan.

(UDA)

BMW Motorrad Sematkan Mesin 1.250 cc di Motor Petualangnya

BMW R 1250 GS memiliki desain yang mirip dengan R 1200 GS. BMW Motorrad

Jerman: BMW Motorrad akhir merilis mesin 1.250 terbaru mereka. Nantinya mesin ini akan digunakan untuk model adventure mereka R 1250 GS dan R 1250 RT.

Tidak sekadar menambah kubikasinya saja, namun pabrikan asal Jerman tersebut juga menambahkan sejumlah fitur baru. Di mesin flat boxer ini dibekali dengan fitur BMW ShiftCam Technology.

Fitur ini merupakan teknologi variable valve yang memungkinkan variasi timing katup dan stroke katup di sisi intake. Selain itu, camshafts intake dirancang untuk membuka secara bergantian dari dua katup intake, menghasilkan campuran udara yang lebih baik untuk pembakaran lebih efektif.

Perubahan teknis lainnya berhubungan dengan camshaft drive yang sekarang dijalankan oleh rantai bergigi (sebelumnya tipe roller chain). Efeknya pasokan oli yang dioptimalkan, katup injeksi kembar-jet dan sistem pembuangan baru.

Aplikasi teknologi ini tentu untuk meningkatkan tenaga di setiap lini perputaran mesin. Selain itu meningkatkan kualitas emisi gas buang serta efisiensi pembakaran menjadi tujuan wajib.

Nantinya mesin baru ini akan memuntahkan tenaga 134 daya kuda dan torsi 143 nm. Jelas tenaga ini lebih kuat dari pada mesin 1.200 yang digunakan oleh BMW Motorrad R 1200 GS sekarang.

Membahas sedikit kedua motor baru tersebut, kenyamanan berkendara akan makin nikmat berkat fitur dua mode berkendara, ASC, dan Hill Start Control. Serta fitur opsional Riding Modes Pro, featuring additional riding modes, Dynamic Traction Control DTC, ABS Pro, Hill Start Control Pro dan Dynamic Brake Assistant (DBC).

Ada kemungkinan R 1250 GS dan R 1250 RT akan tampil di EICMA 2018. Jikapun muncul, keduanya akan menjadi lawan yang sepadan untuk Ducati Multistrada 1260, KTM Adventure 1290, dan Triumph Tiger 1200 yang bersaing di segmen yang serupa.

(UDA)

Stunt Riders, Lakon Hobi Risiko Tinggi

Jakarta: Dunia freestyle otomotif atau atraksi menggunakan motor dan mobil yang biasa diperankan serorang stuntman (akrobat), kembali ramai dibicarakan di lini masa setelah aksi keren pembukaan Asian Games 2018 lalu. Namun kami tidak akan mengulas aksi di pembukaan ajang olah raga Asia itu, namun lebih kepada tantangan besar untuk menjadi seorang stunt riders.

Kami mengobrol dengan beberapa stunt rider lokal yang memulai karirnya dari keisengan dan suka dengan sesuatu yang berbeda. Mereka adalah Reza SS dan Arifin. Keduanya merupakan stunt rider lokal yang namanya sudah cukup dikenal.

Keduanya bercerita tentang tantangan berat yang mereka hadapi untuk menjadi seorang yang wajib pamer skill dan di bayar untuk itu di acara-acara khusus membutuhkan keramaian. Bahwa untuk menjadi seorang stunt rider, prosesnya cukup panjang.

“Bagi saya, ini awalnya hanya hobi saja. Tapi ternyata setelah melakoninya dengan konsisten, ternyata cukup menghasilkan juga. Meski tak mudah juga karena harus dilakoni setiap hari dengan latihan yang keras. Apalagi kalau lihat trik yang ada di video, pas dicoba dan bisa itu bikin puas,” ujar Reza.

Stuntrider berbadan gempal ini menceritakan awal karirnya menjadi seorang freestyler motor pada 2005 dengan motor alakadarnya. Tapi setelah tahu setting motor untuk digunakan freestyle, mulailah Ia melakukan beberapa ubahan di motor dan disesuaikan dengan gaya.

“Tapi ya manajemen risikonya memang harus matang. Kecelakaan seperti terjatuh dari motor, motor rusak sampai ditangkap polisi dan ditilang karena melanggar lalu lintas, itu sudah jadi bagian dari perjalanan menjadi seorang stuntrider.”

Tak berbeda jauh dengan Reza, Arifin yang akrab disapa dengan Ipin, juga mengalami perjalanan yang cukup panjang untuk hobinya itu. Ia bahkan mengakui sudah merusak banyak motor untuk melakukan aksi-aksi ekstrimnya itu.

“Awalnya ditawari untuk jadi freestyler di sebuah acara TV. Pas baru sebulan beli motor, langsung dipakai dan jatuh. Sampai akhirnya punya niat memecahkan rekor muri untuk aksi long stoppie,” ujar Ipin.

Ia juga menceritakan pengalamannya patah tulang dan belum sembuh Ia nekat mencoba gaya baru dan akhrinya patah lagi. Tentu pengorbanan ini yang membuat mereka semakin penasaran dengan aksi-aksinya.

Jadi jika Anda beranggapan bahwa aksi-aksi stuntman itu tidak berbahaya, seperitnya harus melakukan uji coba kecil-kecilan terlebih dahulu.

(UDA)

Tak Mau Kalah, BMW Riset R1200 GS Versi Otonom

BMW Motorrad uji coba teknologi otonom dengan R 1200 GS. BMW Motorrad

Jerman: BMW Motorrad baru-baru ini menunjukan sebuah video R 1200 GS yang bisa berjalan sendiri. Sepeda motor ini tampak melaju lurus dengan stabil dan tanpa pengendara. Cuma tidak perlu takut dengan sepeda motor tersebut. BMW Motorrad sedang menguji sistem otonom yang mereka kembangkan.

Mereka menyematkannya di R 1200 GS yang merupakan sepeda motor adventure paling laris milik BMW Motorrad. Jelas dengan uji coba ini, kini era teknologi sepeda motor sudah masuk ke tahapan yang berbeda.

Tampak di video, sepeda motor tersebut bisa melaju lurus dan berbelok dengan mulus. Ketika sepeda motor berhenti, standar samping akan terbuka sendirinya.

Dikutip dari Autoblog, teknologi ini didesain untuk mengetahui perilaku berkendara saat ini. BMW Motorrad juga belum berencana untuk memproduksi masal R 1200 GS otonom dalam waktu dekat.

“Jadi sepeda motor bisa menginformasikan, memperingatkan, atau ikut secara aktif (mengontrol sepeda motor),” ujar Safety Enginner BMW Motorrad, Stefan Hans.

BMW Motorrad tentu sudah menunjukan kemampuan mereka mengembangkan sepeda motor ke tahapan yang berbeda. Cuma jangan lupakan juga Honda yang mengembangkan teknologi serupa dengan nama Honda Riding Assist.

Sementara Yamaha lebih ke penciptaan teknologi sistem pengetesan yang dilakukan oleh robot.

(UDA)

Builder Asing Siap Saksikan Builder Lokal Racik Custom Bike

Dua builder lokal bakal liat kemampuan builder-builder Indonesia. SM

Jakarta: Geliat custom bike di Indonesia semakin hari semakin tampak. Bahkan dua builder dunia, Mirko Perugini dan Rad Yamamoto, akan melihat langsung bagaimana kreativitas tangan-tangan cekatan builder-builder Indonesia.

Kehadiran Mirko dan Rad menjadi juri tamu untuk menentukan The Greatest Bike Suryanation Motorland 2018 yang akan berlangsung di Surabaya akhir bulan ini. Keduanya akan berkolaborasi dengan tiga juri asal Indonesia yaitu Indra Pranajaya dari Razzle Dazzle Chopper Works Bandung, Bimo Hendrawan dari Bimo Custombikes Jakarta, dan Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycle Yogyakarta.

“Hadirnya dua builder internasional nanti diharapkan bisa membuat kriteria penilaian semakin ketat sehingga motor terbaiklah yang akan terpilih menjadi The Greatest Bike Suryanation Motorland 2018,” tutur Suryanation Motorland Committee, Rizky Dwianto, melalui keterangan resminya.

Mirko Perugini merupakan builder dari Gallery Motorcycle Italia dan sudah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu builder top dari Eropa. Pada 2017 lalu, sepeda motor buatannya yaitu Harley-Davidson JD 1000 tahun 1920 menjadi Best of Show di ajang Italian Motorcycle Championship.

Kreativitasnya juga sudah terbukti dengan penghargaan Best of Show dan Radical Class di 26th annual European HOG Rally and Harley Days di Lugano, Swiss. Beberapa prestasi lain yang pernah di raih adalah penghargaan di ajang Bikers Festival Peschiera Italia dengan Harley-Davidson Softail Springer tahun 1995.

Selain itu ada juga Rad Yamamoto yang merupakan builder muda dari Jepang yang selalu mengedepankan detail di setiap karyanya. Ia pernah mendapat penghargaan pada 2016 di Mooneyes Yokohama Hot Rod Show sebagai Best Cafe Racer and Jeff Deckers Pick winner dengan motor Buell garapannya yang bernama Kanna.

Builder dari bengkel Ask Motorcycle Jepang ini juga menyabet penghargaan Street Bikers Pick di acara Yokohama Hot Rod Custom Show, Best Euro & Best Domestic di acara Nagoya Speed and Custom Show, dan juga Best 1st and 2nd di acara Bay Area Chopper Show.

(UDA)

Persaingan Sengit Motor Custom di Kota Angin Mamiri

Suryanation Motorland Makassar 2018 di Makassar juga tidak kalah seru dibandingkan kota-kota lain. SM

Makassar: Kontes modifikasi motor-motor kustom atau custom bike contest yang dihelat dalam gelaran Suryanation Motorland Battle (SMB) 2018 Seri keenam, kini sambangi Kota Makassar Sulawesi Selatan. Persaingan para builder untuk mendapatkan tiket Best of the Best semakin panas karena ini adalah seri terakhir sebelum babak final di Kota Surabaya akhir September 2018.

Komite penyelenggara event yaitu Rizky Dwianto menjelaskan, kontes sepeda motor custom yang berlangsung Sabtu (8/9/2018) sudah diikuti oleh 126 sepeda motor. Angka ini melebihi dari target yang ditetapkan awal sebanyak 120 sepeda motor yang terbagi atas 15 kelas yang dilombakan.

“Persaingan di Seri ke enam ini semakin ketat mengingat ajang ini sudah akan berakhir di Surabaya Akhir September nanti. Sehingga para builder semakin kreatif dalam menampilkan karta mereka dan diharapkan bisa membeirkan inspirasi bagi builder lainnya untuk berkaya sesuai dengan tema tahun ini yaitu Live to Inspire,” ujar Rizky melalui pernyataan resminya.

Di seri kali ini, masih tetap mempertahankan tiga juri yitu Indra Pranajaya (Razzle Dazzle Chopper Works Bandung), Bimo Hendrawan (Bimo Custombikes Jakarta), dan Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta). Menurut mereka persaingan kontes di Kota Angin Mamiri ini semakin sengit dan unjuk kebolehan memamerkan karya-karyanya.

“Banyak kemajuan signifikan, finishing mereka lebih rapi dan bersih. Semua ini tidak terlepas dari mentor dan sharing session, tidak hanya sekadar pertunjukan tetapi kita melihat juga seperti keindahan sepeda motor,” ujar Bimo.

Tidak hanya menghadirkan ratusan sepeda motor custom, tetapi juga menghadirkan custom culture secara keseluruhan. Mulai dari rolling thunder, penjaja apparel, diecast, games, hingga penampilan dari The Changcuter serta Shaggy Dog sebagai penutup.

Daftar Pemenang Suryanation Motorland 2018 Makassar
STREET CUB/CHOPPY CUB (DIBAWAH 250CC): Sugiharto – Honda C86 – Gie Custom Hand Made
CAFE RACER (DIBAWAH 250CC): Hasrul Azis – Kawasaki Ninja 150 – Gudang Kiri Motorcycle
CHOPPER/BOBBER (DIBAWAH 250CC): Andi Rizal – Yamaha Scorpio – Ewako Custom Works
SCRAMBLER/TRACKER  (DIBAWAH 250CC):Asdar N – Honda CRF 150 – Asdar Custom Garage
SPORT FREE FOR ALL (DIBAWAH 250 CC): Lutfi A Faluti – Honda Tiger – Uphy Modified
CHOPPER/BOBBER (DI ATAS 250CC): Andi Adithiya – Harley-Davidson Shavel – Bulbul Garage
SCRAMBLER/TRACKER  (DI ATAS 250CC): Herianto – Honda CB 400 – Jupe Custom
MATIC KUSTOM: Dedenk – Yamaha Mio – Dedenk Crome
FREE FOR ALL: Herman Rahlan – Harley-Davidson – DSG Motorcycle Garage
THE BEST CLASSIC SCOOTER: DG Nua – Vespa SS – Cafe Boot’s
THE BEST CLASSIC BIKE: Komang Ade Saputra – Yamaha DT 100 – Rizky
THE BEST COLABORATION: Brilyan PH Kusuma – Yamaha Scorpio – X-Bose Bid’ah Design
THE BEST INSPIRATION: Hasbullah – Honda Beat – DC 2 & 24 Racing
THE BEST PAINTING: Ariel ART – Suzuki Satria FU – Art Modification
THE BEST OF THE BEST MAKASSAR: Herman Rahlan – Harley-Davidson – DSG Motorcycle Garage

(UDA)

Naked Bike Listrik dari Tiongkok, Tiru Kawasaki Z1000

Desain motor listrik ini meniru Kawasaki Z1000. Motosaigon

Beijing: Kisah motor yang mencontek desain lagi-lagi terjadi di Tiongkok. Tapi kali ini motor yang meniru desain Kawasaki Z1000 mengusung tenaga listrik, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan versi aslinya.

Seperti diketahui, saat ini pabrikan otomotif asal Tiongkok memang banyak mengembangkan kendaraan listrik, baik motor atau pun mobil. Mereka ada yang membuat desain sendiri, ada pula yang masih meniru.

Dan salah satunya adalah motor listrik yang tak diketahui mereknya ini. Dituliskan Motosaigon, motor ini siap beredar di negara asalnya, tapi tak ada sedikit pun emblem merek atau tipenya.

Seperti motor listrik pada umumnya, bagian tengah  motor berisi baterai yang dilengkapi dengan cover bodi penutup. Jika di versi Kawasaki, area ini adalah mesin 1.000 cc empat silinder segaris.

Kemudian di motor ini tak terdapat drive train baik rantai ataupun belt. Lantaran hub roda belakang jadi tempat motor listriknya berada, sehingga lebih efisien dan tenaga tak ada yang terbuang. Sayang tak ada detail spesifikasinya.

Makanya desain pelek depan dan belakang terlihat berbeda. Pun bagian tromol pelek belakang terlihat sangat besar. Hanya terdapat sebuah kabel dari baterai menuju hub roda yang menghiasi lengan ayun sisi kiri.

Fitur yang dimiliki terbilang lumayan, rem cakram depan-belakang, dan suspensi depan upside down. Nilai jual lainnya adalah desain sugomi khas Kawasaki Z Series jelas sangat menarik.

(UDA)

Dolar Menguat, Suzuki Tak Ikut Naikkan Harga Motor

Harga jual motor Suzuki masih bertahan meski dolar tinggi. Medcom/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Terus menguatnya kurs dolar terhadap rupiah terus disoroti para pelaku industri, termasuk otomotif. Masih adanya komponen impor yang digunakan, pastinya turut mempengaruhi biaya produksi.

Menyoal ini, Banggas F.S Pardede, Marketing 2W Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tak mengelak jika dolar akan berimbas pada mereka. “Pasti berpengaruh sekali,” katanya di Ampera, Jakarta Selatan.

Meski begitu pihaknya belum akan mengoreksi harga jual motornya, mengikuti kurs dolar yang terus menguat. “Kami belum rencana untuk menaikkan harga, tidak tahu sampai kapan, kalau bisa tidak naik,” tegasnya.

Lebih rinci pria ramah ini membeberkan jika pihaknya ada trik yang digunakan agar naik-turunnya dolar tak mempengaruhi harga. “Kita ada perjanjian dengan phak tertentu untuk itu,” ucapnya kemarin (6/9/2018).

Seperti yang telah diketahui, Suzuki baru saja mengenalkan produk motor terbarunya yakni GSX150 Bandit. Harga jual motor ini pun akan segera diumumkan tak lama lagi, dan disebut akan sangat bersaing.

Hal ini juga merupakan strategi dari Suzuki, setelah mengenalkan, mereka melihat anio konsumen, kemudian melakukan bedah teknis lalu proses terakhir adalah peluncuran resmi berikut harganya.

“Sehingga masyarakat pun bisa menggali informasi terkait produk kami lebih lama. Jika langsung launching dan rilis harga, maka momentumnya tak akan terlalu lama,” pungkasnya.

(UDA)

Suzuki Bantah ‘Setengah Hati’ Garap GSX150 Bandit

Suzuki GSX150 Bandit didesain sesuai target pasar yang dituju. Medcom/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Pertama kali muncul pada awal Agustus 2018 lalu, kehadiran Suzuki GSX150 Bandit cukup mencuri perhatian. Ada yang memuji, ada pula yang mengkritik desainnya, yang mirip Satria F150.

Hal ini banyak disampaikan pada media sosial, warganet menyebut kalau desainer Suzuki malas mikir desain yang benar. Hanya tinggal comot-comot lampu Satria, yang dipasang di bodi GSX-S150.

“Ya kita tahu itu, kita tidak salahkan. Tapi begini, dalam memgembangkan motor, kita sudah tahu ditujukan kemana. Kita pun pelajari buying behaviour mereka seperti apa,” kata Banggas F.S Pardede, Marketing 2W Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Kemudian hasilnya adalah motor yang punya posisi tepat dari sisi value dan harga. “Jadi Bandit ini lebih mengedepankan fungsionalitas,” jelasnya di Ampera, Jakarta Selatan kemarin (6/9/2018).

Lalu jika dibandingkan pada penggunaanya, Bandit ini cocok untuk mereka yang ingin menikmati sensasi motornya. Sedangkan GSX-S150 dianggap lebih pada hobi, mereka ingin menikmati motornya.

Seperti diketahui, secara teknis mesin keduanya tak ada perbedaan karena pakai basis yang sama. Namun Bandit punya buritan yang lebih landai untuk menunjang kenyamanan penumpangnya.

Bagian sub frame berubah banyak, tak lagi menjulang seperti GSX-S150. Kemudian sudah dilengkapi dengan behel, pelindung knalpot hingga posisi duduk yang dibuat lebih nyaman.

(UDA)

Penggiat Budaya Kustom, Eksis di Custom Collaboration

Elders Company ikut serta di Custom Collaboration. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Beberapa tahun belakangan ini, Custom Culture terus meningkat mulai dari sepeda motor custom hingga aksesorisnya. Tumbuhnya Custom Culture juga diiringi dengan meningkatnya jumlah pengerajin yang menghidupinya, dan akhirnya berkolaborasi membuat acara Custom Collaboration.

Salah satu penggagas Custom Collaboration, Heret Frasthio, menjelaskan acara ini menjadi ajang untuk memperkenalkan beragam pengerajin custom culture. Banyak pengerajin baru yang mulai bermunculan dan perlu didukung untuk perkembangannya.

“Tujuan akhirnya secara industri ini banyak merek baru dari daerah. Dengan adanya kegiatan ini sebenarnya kita berharap bisa mengangkat pengerajin lokal lebih kedengaran lagi hingga ke internasional,” ujar Heret di Lippo Mall Kemang Kamis (6/9/2018).

Custom Collaboration secara keseluruhan menghadirkan 55 merek yang terdiri dari berbagai jenis barang. Mulai dari custom sepeda motor, perlengkapan berkendara, pakaian, sepatu, hingga aksesoris dengan berbahan kulit. Mereka hadir di Main Atrium Lippo Mall Kemang hingga 9 September 2018.

Selain itu ada juga beberapa sepeda motor custom yang dipajang. Salah satunya adalah replika sepeda motor chopper milik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang di-custom oleh Elders Company.

“Sudah waktunya masyarakat Indonesia memahami dan bangga untuk menggunakan produk asli Indonesia. Mari bersama-sama memajukan potensi bangsa dengan membuat masyarakat bangga menggunakan produk lokal,” jelas Heret.

(UDA)

Kawasaki Segera Rilis Z125 dan Ninja 150?

Ninja250SL akan ada versi 125cc. MCN

Tokyo: Pihak Kawasaki Indonesia sudah beberapa kali menegaskan jika pihaknya enggan bermain motor sport mesin kecil, seperti 150cc. Namun informasi di luar berkata lain, pabrikan identik hijau ini dikabarkan sudah punya produknya.

Adalah Z125 untuk model naked bike, dan Ninja 125 untuk model sport fairing. Seperti yang Anda ketahui, motor 125cc dijual untuk rider pemula di Eropa, dan untuk pasar Asia maka mesinnya menjadi 150cc.

Dituliskan Motosaigon, Kawasaki memamerkan informasi kedua produk tersebut pada empat buah video teaser, yang salah satunya menampilkan bayangan kedua motor itu pada refleksi kaca helm.

Dari refleksi pada kaca helm, desain motor ini sudah tak asing lagi. Ya, keduanya punya bentuk mirip dengan Z250SL serta Ninja 250SL, yang memang mengusung mesin silinder tunggal. Desain Z125 beda dengan Z125 Pro, yang merupakan motor kecil.

Mesin 125cc kedua motor ini akan punya spesifikasi silindder tunggal, DOHC dengan pendingin cairan. Tenaga maksimalnya sendiri ditaksir mencapai 15 daya kuda.

Jika versi 150cc hadir dan masuk Indonesia, maka akan jadi kompetitor baru untuk Honda CB150R Streetfire, Suzuki GSX-S150 dan Yamaha Vixion. Lalu juga dengan Honda CBR150R, Yamaha YZF-R15 dan Suzuki GSX-R150.

(UDA)

‘Perang’ Motor Custom Siap Panaskan Celebes

Jakarta: Animo sepeda motor custom terus menggeliat belakangan ini. Bahkan sejumlah kontes khusus untuk sepeda motor custom sudah semakin menjamur, hingga menjangkiti masyarakat di Makassar.

Pada Sabtu (8/9/2018) rencananya akan terselenggara Suryanation Motorland Battle 2018 Seri keenam. Acara ini merupakan salah satu kontes sepeda motor custom terbesar yang aktif beberapa tahun belakangan ini.

“Kami senang bisa kembali hadir di Makassar mengingat tingginya antusiasme dari peserta untuk ikut di acara Custom Bike Contest. Tahun ini dengan tema Live to Inspire kami berharap bisa berbagi inspirasi bagi dengan pecinta custom roda dua di sini,” ujar Suryanation Motorland Committee, Rizky Dwianto, melalui keterangan resminya.

Berbagai acara sudah dipersiapkan selama event ini, mulai custom bike contest dengan beberapa kategori kelas berbeda. Nantinya motor Best of The Best pilihan para juri nasional di Makassar ini juga akan diberangkatkan ke Surabaya untuk bertarung menjadi The Greatest Bike tahun ini bersama dengan motor lain dari kota Medan, Palembang, Tangerang Selatan, Semarang, Denpasar, dan Surabaya.

Sedangkan penyandang gelar The Greatest Bike nantinya akan dibawa ke acara Custombike-Show di kota Bad Selzuflen, Jerman, melalui program Suryanation Motorland Goes to International Custom Show 2018.

Dalam acara yang berlangsung akhir pekan nanti, akan ada ragam kegiatan khas bikers. Misalnya rolling thunder, games, pop up booth yang akan diisi oleh berbagai tenant seperti local apparel, local custom shop, F&B.

Di bagian apparel, booth Tigrehood akan menyediakan berbagai aksesoris khas anak motor seperti kaos, jaket, helm dan sarung tangan. Sementara untuk sajian musik akan hadir Shaggydog dan The Changcuters yang akan menghibur penonton.

Kategori Custom Bike Contest Suryanation Motorland Battle 2018
Kelas di bawah 250 cc:

– Chopper/Bobber,
– Scrambler/Tracker
– Cafe Racer
– Street Cub/Choppy Cub
– Sport FFA

Kelas di atas 250 cc:
– Chopper/Bobber
– Scrambler/Tracker
– Special Class: Free for All, Classic Scooter, Matic Custom, Classic Bike dan Collaboration Concept.

(UDA)

Kawasaki Ninja ZX-10R 2019 akan Muncul Tiga Varian

Kawasaki bakal luncurkan ZX-10R dalam 3 pilihan. Kawasaki

Tokyo: Kawasaki dikabarkan akan melakukan update untuk motor superbike andalan mereka, yakni Ninja ZX-10R model 2019. Dituliskan Visordown, superbike itu kelak akan muncul dalam tiga varian.

Tiga varian itu adalah standar ZX-10R, kemudian ZX-10R SE dengan suspensi elektronik, dan ZX-10RR edisi terbatas, yang telah memenuhi homologasi untuk balap. Seluruh varian akan punya warna merah ‘testarossa’ (akai atama) pada kepala mesinnya.

Upgrade yang dilakukan pada bagian mesin terbilang cukup banyak, seperti desain cylinder head baru dengan pelatuk noken as. Teknologi ini bisa mengurangi bobot katup mesin hingga 20 persen.

Keuntungannya adalah putaran mesin yang dicapai bisa lebih tinggi dan desain ruang bakar jadi semakin ringkas. Output yang dihasilkan pun akan menjadi lebih baik, untuk varian standar saja tembus 203 ps (200,14 daya kuda).

Jika varian standar saja sudah dilengkapi dengan quickshifter up/down, maka varian SE akan mendapat paket suspensi electronic KECS, pelek fordged Marchesini. Sedangkan varian RR yang hanya 500 unit, dapat connecting rod titanium.

Connecting rod titanium ini lebih ringan 400 kilogram, putaran mesin lebih tinggi 600 rpm, dan tenaganya mencapai 204 ps (201,12 daya kuda), tanpa ram air assistance. Luar biasa bukan?

Kawasaki Ninja ZX-10R ini merupakan kompetitor dari Honda CBR1000RR Fireblade, Yamaha YZF-R1M, Suzuki GSX-R1000, Ducati Panigale V4 hingga Aprilia RSV4.

(UDA)

Komunitas Piaggio Zip, Coba Hapus Paradigma Motor Rewel

Komunitas Babizip tak mau dianggap pakai motor rewel. Dok. Babizip

Jakarta: Saat pertama kali PT Piaggio Indonesia hadir di Indonesia, Zip jadi salah satu produk yang diboyong bersama dengan LX125. Kala itu, skuter bermesin 100 cc ini cukup digemari penggemar Vespa dan Piaggio.

Namun seiring berhentinya penjualan skuter tersebut, unit yang terlihat di jalanan pun semakin jarang. Banyak pula yang menganggap kalau Zip adalah skutik yang rewel, apalagi performanya biasa saja.

Tapi Babizip, komunitas pengguna Piaggio Zip mencoba hapus paradigma tersebut. Mereka ingin komunitas yang mengambil nama dari tempat tongkrongan itu ingin menjadi sarana tukar informasi sesama pengguna.

“Sehingga anggapan bahwa Zip adalah kendaraan yang rewel, bisa sedikit demi sedikit berubah paradigmanya. Minimal bagi para pengguna motor itu sendiri,” kata Ega, perwakilan Babizip dalam rilisnya.

Komunitas satu ini pun santai, karena tak ada aturan baku yang mengikat. “Karena prinsipnya semua yang dilakukan secara kolektif, hasilnya bisa dinikmati bersama-sama juga,” lanjutnya.

Untuk yang ingin bergabung bisa langsung merapat langsung ke Jalan Baret Biru 3, Cijantung, Jakarta Timur. Biasanya mereka berkumpul setiap Jumat, dengan istilah kopdar ‘Jumat Merindu’.

(UDA)

Vario Edisi Repsol Nongol di Malaysia

Honda Vario 150 di Malaysia warnanya gejreng. Boon Siew Honda

Kuala Lumpur: Honda Indonesia sudah lama merilis Vario 150 generasi terbaru, namun di Malaysia baru dilakukan pekan lalu. Tapi soal pilihan warnanya, versi Malaysia dibuat lebih ngejreng.

Keempat warna itu ada pearl magellanic black, pearl nightfall blue, force silver metallic dan edisi Repsol Honda. Pilihan warna terakhir ini bahkan tak dimiliki Vario 150 di Indonesia.

Boon Siew Honda yang jadi APM di sana mengincar segmen anak muda dengan kuda besi ini. Sehingga wajar saja jika tampilan warnanya sangat cerah, beda dengan Indonesia yang tampil lebih elegan.

Hal mengejutkan lainnya adalah soal harga. Untuk varian standar harga jualnya diangka 7.199 ringgit atau diangka Rp25,6 juta. Sedangkan versi special edition dengan livery Repsol Honda 7.399 ringgit atau diangka Rp26,3 juta.

Skutik satu ini dibekali mesin 150cc satu silinder dengan pendingin cairan. Tenaga puncaknya mencapai 12,8 daya kuda, dengan torsi maksimal diangka 13,4 Nm. Mesin ini usung teknologi eSP khas Honda.

Di Indonesia, Vario 150 punya kompetitor dekat yakni Yamaha Aerox 155. Begitu pula dengan di Malaysia, disana juga akan bersaing dengan skutik Yamaha tersebut, yang punya nama NVX 155.

(UDA)

Tiruan Yamaha YZF-R125, Mesin 250 cc Performa Biasa

FY Moto FY250, mesin satu silindernya tak bisa berlari lebih cepat. Visordown

Beijing: Saat ini banyak pabrikan otomotif asal Cina membuat desain produk-produk buatannya lebih menarik. Mereka kerap membajak desain ternama, atau membeli saham merek papan atas dan mengambil desain serta teknologinya.

Tapi masih banyak pula pabrikan yang hanya menjiplak tampilan motor merek lain, seperti YF Moto ini. Mereka mengenalkan produk sport 250 cc barunya, yakni FY250 yang meniru produk dari Yamaha.

FY250 punya desain yang sangat persis dengan YZF-R125, yang beredar di Eropa sana. Mulai dari fender belakang, footpeg, desain buritan, serta desain bodi yang mirip-mirip, sporty dan tajam.

Kemudian FY250 dibekali suspensi depan upside down depan, dan monosok. Desain pelek tak menjiplak dari Yamaha, tapi kalau diperhatikan justru mirip punya Honda CB150R Streetfire atau Suzuki Satria F150 versi karburator.

Soal tenaga penggerak, FY250 usung dapurpacu 250cc silinder tunggal, yang diklaim punya tenaga mencapai 26 daya kuda. Tapi anehnya, kecepatan puncak yang bisa diraihnya, disebut hanya sampai 127 km/jam.

Bandingkan dengan Yamaha YZF-R125, dengan tenaga yang cuma 15 daya kuda, tapi kecepatan maksimalnya bisa mencapai 131 km/jam. Wah justru kalah cepat dibanding versi yang dicontek ya.

(UDA)

Berubah Desain, Ini Sosok Motor Listrik Harley-Davidson

Bentuk terupdate dari Harley-Davidson Livewire. MCN

Milwaukee: Kepastian motor listrik Harley-Davidson yang akan masuk lini produksi, akhirnya menemukan titik terang. Pabrikan asal Amerika Serikat tersebut menampilkan Livewire, calon motor listrik miliknya.

Tapi motor versi produksi massal agak berbeda dengan versi konsep yang 2014 lalu. Desainnya pun lebih menarik, dan berkesan punya teknologi canggih.

Motor ini tampil dengan desain naked bike, mereka sendiri mengatakan kalau komponen yang sama dengan versi konsep, kurang dari satu persen. Artinya motor ini benar-benar dikembangkan ulang.

“Ini momen penting karena ahli mesin kami bekerja sejak lama, dan akhirnya bisa kami tampilkan kehadapan publik. Kami melakukan banyak tugas disini,” kata Paul James, Director of Programme Management.

Desain Livewire mengingatkan pada sosok XR1200 yang sudah disuntik mati tahun 2013 lalu. Padatnya area tengah motor, membuat motor ini punya kesan berotot. Bodi yang diberi warna pun hanya cover lampu dan tangki saja.

Spesifikasi motor listrik yang diusungnya belum diungkap saat ini. Tapi sejumlah fitur diantaranya ada layar TFT, suspensi depan upside down, monosok belakang, pelek diameter 17 inci dan kaliper dari Brembo.

(UDA)

Kejurnas Powertrack 2018, Sambangi Trek Rimbun di Blora

Jawa Tengah: Kompetisi Powertrack kini memasuki putaran keempat yang akan berlangsung di Sirkuit Super Mario, Blora-Jawa Tengah 1-2 September 2018. Putaran keempat di sirkuit ini memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan sirkuit lain. Di antaranya lintasan sepanjang 1,2 km (standar nasional) dengan handicap pemandangan pepohonan yang rimbun dan tertata baik.

Event yang bertema Kratingdaeng Supercrosser The Ultimate Dirtwar seri Powertrack Indonesian Dirtbike Championship 2018, masih menggunakan seri balap yang sama dengan seri sebelumnya. Yaitu Enduro Cross, Powertrack dan Supercross. Event bergensi dari Kratingdaeng ini merupakan event Motocross terbesar dengan rangkaian seri di 15 kota di Indonesia.

Tak ketinggalan kroser luar yang diutus oleh pihak Kratingdaeng dan kroser nasional yang tak asing lagi seperti Andre Sondakh, Aldi Lazaronni, Joshua Pattipi, Diva Ismayana dan lainnya.

“Menjelang putaran pamungkas akhir pekan ini, persaingan antar kroser dipastikan berlangsung ketat dengan rintangan lintasan yang komplit (handicap table-top, lumba-lumba, double jump, dan super bowl yang akan menambah seru persaingan para kroser,” ujar Brand Manager, PT Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical (Kratingdaeng), Sigid Hindroseto.  

Ia melanjutkan bahwa semua pembalap akan tampil maksimal mengejar poin di sisa seri ini. Mengingat ini menjadi momentum pengumpulan poin yang cukup penting bagi mereka yang ingin tampil sebagai jawara 2018

Seperti pada seri sebelumnya, seri ketiga Powertrack ini melombakan ragam kelas yang seru. Seperti Kelas Powertrack: Bebek modif 110 cc Open, Bebek modif 125 cc Open, Sport Open, Bebek std pemula. Kemudian kelas (non kejurnas): Bebek modif 125 cc pemula dan OMR Gordon.

Untuk Kelas Motocross akan melombakan: SE 50 cc, SE 65 cc, SE 65 cc Novice (non kejurnas), SE 85 cc, SE MX2 Junior A, SE MX2 Junior B (non kejurnas), SE MX2 Open, SE MX1 Open, SE EXC Open (non kejurnas).

Beragam acara menarik seperti, rolling thunder, otomotif booth bazaar and apparel, female DJ, Dance performance, trial freestyler, booth activity dan tidak lupa K-star Singing Competition juga akan meramaikan event tersebut.

Sebagai salah satu bentuk promosi yang dilakukan dari rangkaian seri ini adalah Rolling Thunder. Komunitas peserta akan dipandu oleh Kratingdaeng mengitari daerah sekitar sirkuit yang menjadi tempat balap dengan membawa komunitas motor dari setiap kotanya.

(UDA)