Dolar Menguat, Suzuki Tak Ikut Naikkan Harga Motor

Harga jual motor Suzuki masih bertahan meski dolar tinggi. Medcom/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Terus menguatnya kurs dolar terhadap rupiah terus disoroti para pelaku industri, termasuk otomotif. Masih adanya komponen impor yang digunakan, pastinya turut mempengaruhi biaya produksi.

Menyoal ini, Banggas F.S Pardede, Marketing 2W Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tak mengelak jika dolar akan berimbas pada mereka. “Pasti berpengaruh sekali,” katanya di Ampera, Jakarta Selatan.

Meski begitu pihaknya belum akan mengoreksi harga jual motornya, mengikuti kurs dolar yang terus menguat. “Kami belum rencana untuk menaikkan harga, tidak tahu sampai kapan, kalau bisa tidak naik,” tegasnya.

Lebih rinci pria ramah ini membeberkan jika pihaknya ada trik yang digunakan agar naik-turunnya dolar tak mempengaruhi harga. “Kita ada perjanjian dengan phak tertentu untuk itu,” ucapnya kemarin (6/9/2018).

Seperti yang telah diketahui, Suzuki baru saja mengenalkan produk motor terbarunya yakni GSX150 Bandit. Harga jual motor ini pun akan segera diumumkan tak lama lagi, dan disebut akan sangat bersaing.

Hal ini juga merupakan strategi dari Suzuki, setelah mengenalkan, mereka melihat anio konsumen, kemudian melakukan bedah teknis lalu proses terakhir adalah peluncuran resmi berikut harganya.

“Sehingga masyarakat pun bisa menggali informasi terkait produk kami lebih lama. Jika langsung launching dan rilis harga, maka momentumnya tak akan terlalu lama,” pungkasnya.

(UDA)