Pereli Indonesia Wajib Latihan Baca Navigasi Tulip

Road book atau route book menjadi panduan bagi navigator di mobil maupun motor. medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Prestasi pereli lintas negara asal Indonesia yaitu Irma Ferdiana dan Ayu Windari menjadi sorotan banyak orang. Kedua srikandi itu merajai kategori perempuan di ajang reli Asia Cross Country Rally (AXCR) 2018 dari Thailand ke Kamboja pada Agustus lalu.

Tentunya ini prestasi yang cukup bagus, mengingat mereka baru pertama kali juga menjajal sistem navigasi menggunakan road book. Namun sayang untuk kategori mobil yang dikendarai oleh Memen Harianto yang dinavigatori oleh Lody Natasha, bahwa pembacaan sistem navigasi tulip ini memang cukup sulit.

“Butuh banyak-banyak latihan untuk membaca sistem navigasi seperti ini. Karena kondisi di trek biasanya tetap akan berbeda dengan di road book. Misalnya kalau dikatakan ‘Kiri Tiga’, bisa jadi itu ‘Kiri Satu’ atau yang lainnya. Hal-hal seperti inilah yang kita harus lincah membacanya, agar bisa tampil cepat,” ungkap Memen.

Mempelajari sistem navigasi seperti ini memang tidak mudah. Lantaran konsentrasi seorang navigator juga akan dilatih. Di satu sisi Ia harus memfokuskan pandangannya ke road book, tapi di sisi lain juga harus tetap awas terhadap kondisi mobil di trek.

“Inilah yang sebenarnya harus dilatih. Di Indonesia kita tidak pernah melakukan simulasi seperti ini karena memang tidak ada ajang balapnya. Saya berharap mulai akhir tahun ini atau awal tahun depan, ajang seperti ini sudah ada wadahnya, minimal latihan bersama membaca sistem navigasi. Karena dalam balap lintas negara ini adalah hal yang paling vital.”

Selanjutnya Memen dan Lodi berharap agar kegiatan dan simulasi balap lintas negara bisa segera dilaksanakan. Mereka menyarankan agar IOF (Indonesia Offroad Federation) ikut merumuskan konsep event seperti ini. Sehingga nantinya, memang sesuai harapan.

(UDA)