Wearpack Balap AHRS, Kini Pakai Standar Dunia

AHRS dikenal memproduksi wearpack balap kelas tinggi. Medcom/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Di ajang balap motor, wearpack jadi salah satu perlengkapan yang wajib digunakan para pembalap. Untuk balap motor lokal, brand-brand asal Indonesia masih mendominasi dan banyak digunakan para pelaku balap, salah satunya adalah AHRS.

Merek asal Depok, Jawa Barat ini punya beragam tipe wearpack mulai dari untuk drag race, road race hingga penghobi cornering. Yang menarik kualitas baju balap yang diproduksi di Garut, Jawa Barat tersebut sudah berstandar internasional.

“Misalnya untuk protector dalam wearpack, kita sudah pakai standar CE. Protector ini ada dibagian dada, punggung, bahu, siku dan lutut,” buka Asep Hendro, sang pemilik AHRS kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.

Menurut pria akrab disapa juragan tersebut, brand lokal lainnya belum ada yang menggunakan protector berstandar CE. “Setahu saya memang untuk produk lokal baru AHRS saja yang menggunakan,” yakinnya.

Kemudian penggunaan kevlar elastis yang disebut schoeller, pada bagian lengan sisi dalam dan betis terbuat dari bahan anti api. “Bagian ini rawan terkena panas saat crash, jadi pakai bahan anti api,” jelasnya.

Sedangkan untuk bahan utamanya menggunakan kulit sapi lokal, dipadu protector luar lokal dan impor tergantung dari tipe wearpack-nya. Harga jual wearpack AHRS sendiri mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp10 juta.

Brand lokal yang memproduksi wearpack selain AHRS saat ini ada Ardians, Puka 22, Exride dan BeDa Sport. Sedangkan merek impor cukup banyak, mulai dari Alpinestars, Dainese, RS Taichi, Komine dan lainnya, namun harga jualnya sangat tinggi.

(UDA)