Tuas Dalam Saat Ditekan, Gejala Kampas Rem Motor Habis

Lakukan pengecekan kampas rem sepeda motor secara berkala. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Tak sedikit biker yang kurang memperhatikan komponen tunggangan mereka seperti rem. Padahal saat berkendara dengan kondisi rem yang mengeluarkan bunyi berdecit, itu adalah pertanda paling gampang yang dikenali.

Jika ini sudah terjadi, sudah saatnya anda mengecek sistem pengereman. Mungkin sebagian bikers mengetahui kapan dan saat yang tepat untuk mengganti kampas rem tunggangannya. Jangan salahkan kampas rem yang jelek jika piringan cakram atau teromol motor anda tergores.
 
Untuk mencegah hal tersebut, Hendra mekanik yang praktek di bengkel motor Aren Jaya Motor di bilangan Bekasi Timur, berbagi tips dan pengalamannya mengenali gejali kampas rem yang mulai tipis bahkan habis.

Kampas rem yang sudah tipis/habis akan membuat posisi tuas atau pedal rem semakin dalam saat ditekan, dan sepeda motor sedikit nyelonong jika tidak kuat menekannya. Untuk rem cakram, kampas yang habis bisa dikenali dari ketebalannya yang mendekati angka 2 mm. Kondisi ini bisa dilihat melalui lubang atau nut.

Selanjutnya periksa tempat penampungan minyak rem, jika posisinya berada di bawah batara terendah maka dapat dipastikan kampas rem mulai tipis. Sementara indikasi kampas rem habis di bagian teromol, bisa dilihat dari tanda panah yang berada di dekat batang pengukit panel rem.

“Tidak ada salahnya melakukan pengecekan motor secara berkala, ini untuk mencegah kerusakan yang lebih parah seperti tergoresnya piringan cakram atau teromol. Selain itu berkendara juga lebih yakin dan aman,” tutupnya.

(UDA)

Pereli Indonesia Wajib Latihan Baca Navigasi Tulip

Road book atau route book menjadi panduan bagi navigator di mobil maupun motor. medcom.id/Ahmad Garuda

Jakarta: Prestasi pereli lintas negara asal Indonesia yaitu Irma Ferdiana dan Ayu Windari menjadi sorotan banyak orang. Kedua srikandi itu merajai kategori perempuan di ajang reli Asia Cross Country Rally (AXCR) 2018 dari Thailand ke Kamboja pada Agustus lalu.

Tentunya ini prestasi yang cukup bagus, mengingat mereka baru pertama kali juga menjajal sistem navigasi menggunakan road book. Namun sayang untuk kategori mobil yang dikendarai oleh Memen Harianto yang dinavigatori oleh Lody Natasha, bahwa pembacaan sistem navigasi tulip ini memang cukup sulit.

“Butuh banyak-banyak latihan untuk membaca sistem navigasi seperti ini. Karena kondisi di trek biasanya tetap akan berbeda dengan di road book. Misalnya kalau dikatakan ‘Kiri Tiga’, bisa jadi itu ‘Kiri Satu’ atau yang lainnya. Hal-hal seperti inilah yang kita harus lincah membacanya, agar bisa tampil cepat,” ungkap Memen.

Mempelajari sistem navigasi seperti ini memang tidak mudah. Lantaran konsentrasi seorang navigator juga akan dilatih. Di satu sisi Ia harus memfokuskan pandangannya ke road book, tapi di sisi lain juga harus tetap awas terhadap kondisi mobil di trek.

“Inilah yang sebenarnya harus dilatih. Di Indonesia kita tidak pernah melakukan simulasi seperti ini karena memang tidak ada ajang balapnya. Saya berharap mulai akhir tahun ini atau awal tahun depan, ajang seperti ini sudah ada wadahnya, minimal latihan bersama membaca sistem navigasi. Karena dalam balap lintas negara ini adalah hal yang paling vital.”

Selanjutnya Memen dan Lodi berharap agar kegiatan dan simulasi balap lintas negara bisa segera dilaksanakan. Mereka menyarankan agar IOF (Indonesia Offroad Federation) ikut merumuskan konsep event seperti ini. Sehingga nantinya, memang sesuai harapan.

(UDA)

BMW Motorrad Sematkan Mesin 1.250 cc di Motor Petualangnya

BMW R 1250 GS memiliki desain yang mirip dengan R 1200 GS. BMW Motorrad

Jerman: BMW Motorrad akhir merilis mesin 1.250 terbaru mereka. Nantinya mesin ini akan digunakan untuk model adventure mereka R 1250 GS dan R 1250 RT.

Tidak sekadar menambah kubikasinya saja, namun pabrikan asal Jerman tersebut juga menambahkan sejumlah fitur baru. Di mesin flat boxer ini dibekali dengan fitur BMW ShiftCam Technology.

Fitur ini merupakan teknologi variable valve yang memungkinkan variasi timing katup dan stroke katup di sisi intake. Selain itu, camshafts intake dirancang untuk membuka secara bergantian dari dua katup intake, menghasilkan campuran udara yang lebih baik untuk pembakaran lebih efektif.

Perubahan teknis lainnya berhubungan dengan camshaft drive yang sekarang dijalankan oleh rantai bergigi (sebelumnya tipe roller chain). Efeknya pasokan oli yang dioptimalkan, katup injeksi kembar-jet dan sistem pembuangan baru.

Aplikasi teknologi ini tentu untuk meningkatkan tenaga di setiap lini perputaran mesin. Selain itu meningkatkan kualitas emisi gas buang serta efisiensi pembakaran menjadi tujuan wajib.

Nantinya mesin baru ini akan memuntahkan tenaga 134 daya kuda dan torsi 143 nm. Jelas tenaga ini lebih kuat dari pada mesin 1.200 yang digunakan oleh BMW Motorrad R 1200 GS sekarang.

Membahas sedikit kedua motor baru tersebut, kenyamanan berkendara akan makin nikmat berkat fitur dua mode berkendara, ASC, dan Hill Start Control. Serta fitur opsional Riding Modes Pro, featuring additional riding modes, Dynamic Traction Control DTC, ABS Pro, Hill Start Control Pro dan Dynamic Brake Assistant (DBC).

Ada kemungkinan R 1250 GS dan R 1250 RT akan tampil di EICMA 2018. Jikapun muncul, keduanya akan menjadi lawan yang sepadan untuk Ducati Multistrada 1260, KTM Adventure 1290, dan Triumph Tiger 1200 yang bersaing di segmen yang serupa.

(UDA)

Stunt Riders, Lakon Hobi Risiko Tinggi

Jakarta: Dunia freestyle otomotif atau atraksi menggunakan motor dan mobil yang biasa diperankan serorang stuntman (akrobat), kembali ramai dibicarakan di lini masa setelah aksi keren pembukaan Asian Games 2018 lalu. Namun kami tidak akan mengulas aksi di pembukaan ajang olah raga Asia itu, namun lebih kepada tantangan besar untuk menjadi seorang stunt riders.

Kami mengobrol dengan beberapa stunt rider lokal yang memulai karirnya dari keisengan dan suka dengan sesuatu yang berbeda. Mereka adalah Reza SS dan Arifin. Keduanya merupakan stunt rider lokal yang namanya sudah cukup dikenal.

Keduanya bercerita tentang tantangan berat yang mereka hadapi untuk menjadi seorang yang wajib pamer skill dan di bayar untuk itu di acara-acara khusus membutuhkan keramaian. Bahwa untuk menjadi seorang stunt rider, prosesnya cukup panjang.

“Bagi saya, ini awalnya hanya hobi saja. Tapi ternyata setelah melakoninya dengan konsisten, ternyata cukup menghasilkan juga. Meski tak mudah juga karena harus dilakoni setiap hari dengan latihan yang keras. Apalagi kalau lihat trik yang ada di video, pas dicoba dan bisa itu bikin puas,” ujar Reza.

Stuntrider berbadan gempal ini menceritakan awal karirnya menjadi seorang freestyler motor pada 2005 dengan motor alakadarnya. Tapi setelah tahu setting motor untuk digunakan freestyle, mulailah Ia melakukan beberapa ubahan di motor dan disesuaikan dengan gaya.

“Tapi ya manajemen risikonya memang harus matang. Kecelakaan seperti terjatuh dari motor, motor rusak sampai ditangkap polisi dan ditilang karena melanggar lalu lintas, itu sudah jadi bagian dari perjalanan menjadi seorang stuntrider.”

Tak berbeda jauh dengan Reza, Arifin yang akrab disapa dengan Ipin, juga mengalami perjalanan yang cukup panjang untuk hobinya itu. Ia bahkan mengakui sudah merusak banyak motor untuk melakukan aksi-aksi ekstrimnya itu.

“Awalnya ditawari untuk jadi freestyler di sebuah acara TV. Pas baru sebulan beli motor, langsung dipakai dan jatuh. Sampai akhirnya punya niat memecahkan rekor muri untuk aksi long stoppie,” ujar Ipin.

Ia juga menceritakan pengalamannya patah tulang dan belum sembuh Ia nekat mencoba gaya baru dan akhrinya patah lagi. Tentu pengorbanan ini yang membuat mereka semakin penasaran dengan aksi-aksinya.

Jadi jika Anda beranggapan bahwa aksi-aksi stuntman itu tidak berbahaya, seperitnya harus melakukan uji coba kecil-kecilan terlebih dahulu.

(UDA)

Tak Mau Kalah, BMW Riset R1200 GS Versi Otonom

BMW Motorrad uji coba teknologi otonom dengan R 1200 GS. BMW Motorrad

Jerman: BMW Motorrad baru-baru ini menunjukan sebuah video R 1200 GS yang bisa berjalan sendiri. Sepeda motor ini tampak melaju lurus dengan stabil dan tanpa pengendara. Cuma tidak perlu takut dengan sepeda motor tersebut. BMW Motorrad sedang menguji sistem otonom yang mereka kembangkan.

Mereka menyematkannya di R 1200 GS yang merupakan sepeda motor adventure paling laris milik BMW Motorrad. Jelas dengan uji coba ini, kini era teknologi sepeda motor sudah masuk ke tahapan yang berbeda.

Tampak di video, sepeda motor tersebut bisa melaju lurus dan berbelok dengan mulus. Ketika sepeda motor berhenti, standar samping akan terbuka sendirinya.

Dikutip dari Autoblog, teknologi ini didesain untuk mengetahui perilaku berkendara saat ini. BMW Motorrad juga belum berencana untuk memproduksi masal R 1200 GS otonom dalam waktu dekat.

“Jadi sepeda motor bisa menginformasikan, memperingatkan, atau ikut secara aktif (mengontrol sepeda motor),” ujar Safety Enginner BMW Motorrad, Stefan Hans.

BMW Motorrad tentu sudah menunjukan kemampuan mereka mengembangkan sepeda motor ke tahapan yang berbeda. Cuma jangan lupakan juga Honda yang mengembangkan teknologi serupa dengan nama Honda Riding Assist.

Sementara Yamaha lebih ke penciptaan teknologi sistem pengetesan yang dilakukan oleh robot.

(UDA)

Builder Asing Siap Saksikan Builder Lokal Racik Custom Bike

Dua builder lokal bakal liat kemampuan builder-builder Indonesia. SM

Jakarta: Geliat custom bike di Indonesia semakin hari semakin tampak. Bahkan dua builder dunia, Mirko Perugini dan Rad Yamamoto, akan melihat langsung bagaimana kreativitas tangan-tangan cekatan builder-builder Indonesia.

Kehadiran Mirko dan Rad menjadi juri tamu untuk menentukan The Greatest Bike Suryanation Motorland 2018 yang akan berlangsung di Surabaya akhir bulan ini. Keduanya akan berkolaborasi dengan tiga juri asal Indonesia yaitu Indra Pranajaya dari Razzle Dazzle Chopper Works Bandung, Bimo Hendrawan dari Bimo Custombikes Jakarta, dan Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycle Yogyakarta.

“Hadirnya dua builder internasional nanti diharapkan bisa membuat kriteria penilaian semakin ketat sehingga motor terbaiklah yang akan terpilih menjadi The Greatest Bike Suryanation Motorland 2018,” tutur Suryanation Motorland Committee, Rizky Dwianto, melalui keterangan resminya.

Mirko Perugini merupakan builder dari Gallery Motorcycle Italia dan sudah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu builder top dari Eropa. Pada 2017 lalu, sepeda motor buatannya yaitu Harley-Davidson JD 1000 tahun 1920 menjadi Best of Show di ajang Italian Motorcycle Championship.

Kreativitasnya juga sudah terbukti dengan penghargaan Best of Show dan Radical Class di 26th annual European HOG Rally and Harley Days di Lugano, Swiss. Beberapa prestasi lain yang pernah di raih adalah penghargaan di ajang Bikers Festival Peschiera Italia dengan Harley-Davidson Softail Springer tahun 1995.

Selain itu ada juga Rad Yamamoto yang merupakan builder muda dari Jepang yang selalu mengedepankan detail di setiap karyanya. Ia pernah mendapat penghargaan pada 2016 di Mooneyes Yokohama Hot Rod Show sebagai Best Cafe Racer and Jeff Deckers Pick winner dengan motor Buell garapannya yang bernama Kanna.

Builder dari bengkel Ask Motorcycle Jepang ini juga menyabet penghargaan Street Bikers Pick di acara Yokohama Hot Rod Custom Show, Best Euro & Best Domestic di acara Nagoya Speed and Custom Show, dan juga Best 1st and 2nd di acara Bay Area Chopper Show.

(UDA)

Persaingan Sengit Motor Custom di Kota Angin Mamiri

Suryanation Motorland Makassar 2018 di Makassar juga tidak kalah seru dibandingkan kota-kota lain. SM

Makassar: Kontes modifikasi motor-motor kustom atau custom bike contest yang dihelat dalam gelaran Suryanation Motorland Battle (SMB) 2018 Seri keenam, kini sambangi Kota Makassar Sulawesi Selatan. Persaingan para builder untuk mendapatkan tiket Best of the Best semakin panas karena ini adalah seri terakhir sebelum babak final di Kota Surabaya akhir September 2018.

Komite penyelenggara event yaitu Rizky Dwianto menjelaskan, kontes sepeda motor custom yang berlangsung Sabtu (8/9/2018) sudah diikuti oleh 126 sepeda motor. Angka ini melebihi dari target yang ditetapkan awal sebanyak 120 sepeda motor yang terbagi atas 15 kelas yang dilombakan.

“Persaingan di Seri ke enam ini semakin ketat mengingat ajang ini sudah akan berakhir di Surabaya Akhir September nanti. Sehingga para builder semakin kreatif dalam menampilkan karta mereka dan diharapkan bisa membeirkan inspirasi bagi builder lainnya untuk berkaya sesuai dengan tema tahun ini yaitu Live to Inspire,” ujar Rizky melalui pernyataan resminya.

Di seri kali ini, masih tetap mempertahankan tiga juri yitu Indra Pranajaya (Razzle Dazzle Chopper Works Bandung), Bimo Hendrawan (Bimo Custombikes Jakarta), dan Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta). Menurut mereka persaingan kontes di Kota Angin Mamiri ini semakin sengit dan unjuk kebolehan memamerkan karya-karyanya.

“Banyak kemajuan signifikan, finishing mereka lebih rapi dan bersih. Semua ini tidak terlepas dari mentor dan sharing session, tidak hanya sekadar pertunjukan tetapi kita melihat juga seperti keindahan sepeda motor,” ujar Bimo.

Tidak hanya menghadirkan ratusan sepeda motor custom, tetapi juga menghadirkan custom culture secara keseluruhan. Mulai dari rolling thunder, penjaja apparel, diecast, games, hingga penampilan dari The Changcuter serta Shaggy Dog sebagai penutup.

Daftar Pemenang Suryanation Motorland 2018 Makassar
STREET CUB/CHOPPY CUB (DIBAWAH 250CC): Sugiharto – Honda C86 – Gie Custom Hand Made
CAFE RACER (DIBAWAH 250CC): Hasrul Azis – Kawasaki Ninja 150 – Gudang Kiri Motorcycle
CHOPPER/BOBBER (DIBAWAH 250CC): Andi Rizal – Yamaha Scorpio – Ewako Custom Works
SCRAMBLER/TRACKER  (DIBAWAH 250CC):Asdar N – Honda CRF 150 – Asdar Custom Garage
SPORT FREE FOR ALL (DIBAWAH 250 CC): Lutfi A Faluti – Honda Tiger – Uphy Modified
CHOPPER/BOBBER (DI ATAS 250CC): Andi Adithiya – Harley-Davidson Shavel – Bulbul Garage
SCRAMBLER/TRACKER  (DI ATAS 250CC): Herianto – Honda CB 400 – Jupe Custom
MATIC KUSTOM: Dedenk – Yamaha Mio – Dedenk Crome
FREE FOR ALL: Herman Rahlan – Harley-Davidson – DSG Motorcycle Garage
THE BEST CLASSIC SCOOTER: DG Nua – Vespa SS – Cafe Boot’s
THE BEST CLASSIC BIKE: Komang Ade Saputra – Yamaha DT 100 – Rizky
THE BEST COLABORATION: Brilyan PH Kusuma – Yamaha Scorpio – X-Bose Bid’ah Design
THE BEST INSPIRATION: Hasbullah – Honda Beat – DC 2 & 24 Racing
THE BEST PAINTING: Ariel ART – Suzuki Satria FU – Art Modification
THE BEST OF THE BEST MAKASSAR: Herman Rahlan – Harley-Davidson – DSG Motorcycle Garage

(UDA)

Naked Bike Listrik dari Tiongkok, Tiru Kawasaki Z1000

Desain motor listrik ini meniru Kawasaki Z1000. Motosaigon

Beijing: Kisah motor yang mencontek desain lagi-lagi terjadi di Tiongkok. Tapi kali ini motor yang meniru desain Kawasaki Z1000 mengusung tenaga listrik, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan versi aslinya.

Seperti diketahui, saat ini pabrikan otomotif asal Tiongkok memang banyak mengembangkan kendaraan listrik, baik motor atau pun mobil. Mereka ada yang membuat desain sendiri, ada pula yang masih meniru.

Dan salah satunya adalah motor listrik yang tak diketahui mereknya ini. Dituliskan Motosaigon, motor ini siap beredar di negara asalnya, tapi tak ada sedikit pun emblem merek atau tipenya.

Seperti motor listrik pada umumnya, bagian tengah  motor berisi baterai yang dilengkapi dengan cover bodi penutup. Jika di versi Kawasaki, area ini adalah mesin 1.000 cc empat silinder segaris.

Kemudian di motor ini tak terdapat drive train baik rantai ataupun belt. Lantaran hub roda belakang jadi tempat motor listriknya berada, sehingga lebih efisien dan tenaga tak ada yang terbuang. Sayang tak ada detail spesifikasinya.

Makanya desain pelek depan dan belakang terlihat berbeda. Pun bagian tromol pelek belakang terlihat sangat besar. Hanya terdapat sebuah kabel dari baterai menuju hub roda yang menghiasi lengan ayun sisi kiri.

Fitur yang dimiliki terbilang lumayan, rem cakram depan-belakang, dan suspensi depan upside down. Nilai jual lainnya adalah desain sugomi khas Kawasaki Z Series jelas sangat menarik.

(UDA)

Dolar Menguat, Suzuki Tak Ikut Naikkan Harga Motor

Harga jual motor Suzuki masih bertahan meski dolar tinggi. Medcom/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Terus menguatnya kurs dolar terhadap rupiah terus disoroti para pelaku industri, termasuk otomotif. Masih adanya komponen impor yang digunakan, pastinya turut mempengaruhi biaya produksi.

Menyoal ini, Banggas F.S Pardede, Marketing 2W Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tak mengelak jika dolar akan berimbas pada mereka. “Pasti berpengaruh sekali,” katanya di Ampera, Jakarta Selatan.

Meski begitu pihaknya belum akan mengoreksi harga jual motornya, mengikuti kurs dolar yang terus menguat. “Kami belum rencana untuk menaikkan harga, tidak tahu sampai kapan, kalau bisa tidak naik,” tegasnya.

Lebih rinci pria ramah ini membeberkan jika pihaknya ada trik yang digunakan agar naik-turunnya dolar tak mempengaruhi harga. “Kita ada perjanjian dengan phak tertentu untuk itu,” ucapnya kemarin (6/9/2018).

Seperti yang telah diketahui, Suzuki baru saja mengenalkan produk motor terbarunya yakni GSX150 Bandit. Harga jual motor ini pun akan segera diumumkan tak lama lagi, dan disebut akan sangat bersaing.

Hal ini juga merupakan strategi dari Suzuki, setelah mengenalkan, mereka melihat anio konsumen, kemudian melakukan bedah teknis lalu proses terakhir adalah peluncuran resmi berikut harganya.

“Sehingga masyarakat pun bisa menggali informasi terkait produk kami lebih lama. Jika langsung launching dan rilis harga, maka momentumnya tak akan terlalu lama,” pungkasnya.

(UDA)

Suzuki Bantah ‘Setengah Hati’ Garap GSX150 Bandit

Suzuki GSX150 Bandit didesain sesuai target pasar yang dituju. Medcom/ A. Harry Budiawan

Jakarta: Pertama kali muncul pada awal Agustus 2018 lalu, kehadiran Suzuki GSX150 Bandit cukup mencuri perhatian. Ada yang memuji, ada pula yang mengkritik desainnya, yang mirip Satria F150.

Hal ini banyak disampaikan pada media sosial, warganet menyebut kalau desainer Suzuki malas mikir desain yang benar. Hanya tinggal comot-comot lampu Satria, yang dipasang di bodi GSX-S150.

“Ya kita tahu itu, kita tidak salahkan. Tapi begini, dalam memgembangkan motor, kita sudah tahu ditujukan kemana. Kita pun pelajari buying behaviour mereka seperti apa,” kata Banggas F.S Pardede, Marketing 2W Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Kemudian hasilnya adalah motor yang punya posisi tepat dari sisi value dan harga. “Jadi Bandit ini lebih mengedepankan fungsionalitas,” jelasnya di Ampera, Jakarta Selatan kemarin (6/9/2018).

Lalu jika dibandingkan pada penggunaanya, Bandit ini cocok untuk mereka yang ingin menikmati sensasi motornya. Sedangkan GSX-S150 dianggap lebih pada hobi, mereka ingin menikmati motornya.

Seperti diketahui, secara teknis mesin keduanya tak ada perbedaan karena pakai basis yang sama. Namun Bandit punya buritan yang lebih landai untuk menunjang kenyamanan penumpangnya.

Bagian sub frame berubah banyak, tak lagi menjulang seperti GSX-S150. Kemudian sudah dilengkapi dengan behel, pelindung knalpot hingga posisi duduk yang dibuat lebih nyaman.

(UDA)

Penggiat Budaya Kustom, Eksis di Custom Collaboration

Elders Company ikut serta di Custom Collaboration. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Beberapa tahun belakangan ini, Custom Culture terus meningkat mulai dari sepeda motor custom hingga aksesorisnya. Tumbuhnya Custom Culture juga diiringi dengan meningkatnya jumlah pengerajin yang menghidupinya, dan akhirnya berkolaborasi membuat acara Custom Collaboration.

Salah satu penggagas Custom Collaboration, Heret Frasthio, menjelaskan acara ini menjadi ajang untuk memperkenalkan beragam pengerajin custom culture. Banyak pengerajin baru yang mulai bermunculan dan perlu didukung untuk perkembangannya.

“Tujuan akhirnya secara industri ini banyak merek baru dari daerah. Dengan adanya kegiatan ini sebenarnya kita berharap bisa mengangkat pengerajin lokal lebih kedengaran lagi hingga ke internasional,” ujar Heret di Lippo Mall Kemang Kamis (6/9/2018).

Custom Collaboration secara keseluruhan menghadirkan 55 merek yang terdiri dari berbagai jenis barang. Mulai dari custom sepeda motor, perlengkapan berkendara, pakaian, sepatu, hingga aksesoris dengan berbahan kulit. Mereka hadir di Main Atrium Lippo Mall Kemang hingga 9 September 2018.

Selain itu ada juga beberapa sepeda motor custom yang dipajang. Salah satunya adalah replika sepeda motor chopper milik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang di-custom oleh Elders Company.

“Sudah waktunya masyarakat Indonesia memahami dan bangga untuk menggunakan produk asli Indonesia. Mari bersama-sama memajukan potensi bangsa dengan membuat masyarakat bangga menggunakan produk lokal,” jelas Heret.

(UDA)

Kawasaki Segera Rilis Z125 dan Ninja 150?

Ninja250SL akan ada versi 125cc. MCN

Tokyo: Pihak Kawasaki Indonesia sudah beberapa kali menegaskan jika pihaknya enggan bermain motor sport mesin kecil, seperti 150cc. Namun informasi di luar berkata lain, pabrikan identik hijau ini dikabarkan sudah punya produknya.

Adalah Z125 untuk model naked bike, dan Ninja 125 untuk model sport fairing. Seperti yang Anda ketahui, motor 125cc dijual untuk rider pemula di Eropa, dan untuk pasar Asia maka mesinnya menjadi 150cc.

Dituliskan Motosaigon, Kawasaki memamerkan informasi kedua produk tersebut pada empat buah video teaser, yang salah satunya menampilkan bayangan kedua motor itu pada refleksi kaca helm.

Dari refleksi pada kaca helm, desain motor ini sudah tak asing lagi. Ya, keduanya punya bentuk mirip dengan Z250SL serta Ninja 250SL, yang memang mengusung mesin silinder tunggal. Desain Z125 beda dengan Z125 Pro, yang merupakan motor kecil.

Mesin 125cc kedua motor ini akan punya spesifikasi silindder tunggal, DOHC dengan pendingin cairan. Tenaga maksimalnya sendiri ditaksir mencapai 15 daya kuda.

Jika versi 150cc hadir dan masuk Indonesia, maka akan jadi kompetitor baru untuk Honda CB150R Streetfire, Suzuki GSX-S150 dan Yamaha Vixion. Lalu juga dengan Honda CBR150R, Yamaha YZF-R15 dan Suzuki GSX-R150.

(UDA)

‘Perang’ Motor Custom Siap Panaskan Celebes

Jakarta: Animo sepeda motor custom terus menggeliat belakangan ini. Bahkan sejumlah kontes khusus untuk sepeda motor custom sudah semakin menjamur, hingga menjangkiti masyarakat di Makassar.

Pada Sabtu (8/9/2018) rencananya akan terselenggara Suryanation Motorland Battle 2018 Seri keenam. Acara ini merupakan salah satu kontes sepeda motor custom terbesar yang aktif beberapa tahun belakangan ini.

“Kami senang bisa kembali hadir di Makassar mengingat tingginya antusiasme dari peserta untuk ikut di acara Custom Bike Contest. Tahun ini dengan tema Live to Inspire kami berharap bisa berbagi inspirasi bagi dengan pecinta custom roda dua di sini,” ujar Suryanation Motorland Committee, Rizky Dwianto, melalui keterangan resminya.

Berbagai acara sudah dipersiapkan selama event ini, mulai custom bike contest dengan beberapa kategori kelas berbeda. Nantinya motor Best of The Best pilihan para juri nasional di Makassar ini juga akan diberangkatkan ke Surabaya untuk bertarung menjadi The Greatest Bike tahun ini bersama dengan motor lain dari kota Medan, Palembang, Tangerang Selatan, Semarang, Denpasar, dan Surabaya.

Sedangkan penyandang gelar The Greatest Bike nantinya akan dibawa ke acara Custombike-Show di kota Bad Selzuflen, Jerman, melalui program Suryanation Motorland Goes to International Custom Show 2018.

Dalam acara yang berlangsung akhir pekan nanti, akan ada ragam kegiatan khas bikers. Misalnya rolling thunder, games, pop up booth yang akan diisi oleh berbagai tenant seperti local apparel, local custom shop, F&B.

Di bagian apparel, booth Tigrehood akan menyediakan berbagai aksesoris khas anak motor seperti kaos, jaket, helm dan sarung tangan. Sementara untuk sajian musik akan hadir Shaggydog dan The Changcuters yang akan menghibur penonton.

Kategori Custom Bike Contest Suryanation Motorland Battle 2018
Kelas di bawah 250 cc:

– Chopper/Bobber,
– Scrambler/Tracker
– Cafe Racer
– Street Cub/Choppy Cub
– Sport FFA

Kelas di atas 250 cc:
– Chopper/Bobber
– Scrambler/Tracker
– Special Class: Free for All, Classic Scooter, Matic Custom, Classic Bike dan Collaboration Concept.

(UDA)

Kawasaki Ninja ZX-10R 2019 akan Muncul Tiga Varian

Kawasaki bakal luncurkan ZX-10R dalam 3 pilihan. Kawasaki

Tokyo: Kawasaki dikabarkan akan melakukan update untuk motor superbike andalan mereka, yakni Ninja ZX-10R model 2019. Dituliskan Visordown, superbike itu kelak akan muncul dalam tiga varian.

Tiga varian itu adalah standar ZX-10R, kemudian ZX-10R SE dengan suspensi elektronik, dan ZX-10RR edisi terbatas, yang telah memenuhi homologasi untuk balap. Seluruh varian akan punya warna merah ‘testarossa’ (akai atama) pada kepala mesinnya.

Upgrade yang dilakukan pada bagian mesin terbilang cukup banyak, seperti desain cylinder head baru dengan pelatuk noken as. Teknologi ini bisa mengurangi bobot katup mesin hingga 20 persen.

Keuntungannya adalah putaran mesin yang dicapai bisa lebih tinggi dan desain ruang bakar jadi semakin ringkas. Output yang dihasilkan pun akan menjadi lebih baik, untuk varian standar saja tembus 203 ps (200,14 daya kuda).

Jika varian standar saja sudah dilengkapi dengan quickshifter up/down, maka varian SE akan mendapat paket suspensi electronic KECS, pelek fordged Marchesini. Sedangkan varian RR yang hanya 500 unit, dapat connecting rod titanium.

Connecting rod titanium ini lebih ringan 400 kilogram, putaran mesin lebih tinggi 600 rpm, dan tenaganya mencapai 204 ps (201,12 daya kuda), tanpa ram air assistance. Luar biasa bukan?

Kawasaki Ninja ZX-10R ini merupakan kompetitor dari Honda CBR1000RR Fireblade, Yamaha YZF-R1M, Suzuki GSX-R1000, Ducati Panigale V4 hingga Aprilia RSV4.

(UDA)